Polisi Buru Pengedar Narkoba sampai ke Balikpapan


pengedar narkoba

Ilustrasi Pengedar Narkoba

Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Nunukan memburu pelaku peredaran narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu hingga ke Kota Balikpapan.

Dengan teknik control delivery atau penyerahan di bawah pengawasan tersebut, berhasil digagalkan penyelundupan sabu-sabu asal Malaysia sebanyak 1 kilogram berikut satu unit pistol.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Nunukan Iptu M Hasan menjelaskan, penangkapan ini berawal dari pembuntutan terhadap Tb (48) yang diduga sebagai kurir narkoba. Tb ditangkap saat sedang menyerahkan barang pesanan kepada Nm (37) di sebuah hotel di Kota Balikpapan.
“Saat ditangkap keduanya tidak melawan,” ujarnya, Senin (18/1/2016).

Selain menangkap keduanya berikut sabu-sabu seberat satu kilogram yang dibagi menjadi 20 bal, Polisi juga menemukan satu unit pistol air gun.
“Ini bukan senpi, tapi air gun. Di atas soft gun. Sumber energinya CO 2.

Jenisnya Baikal Makarov made in Rusia yang memiliki mode tembakan semi otomatis. Kapasitasnya 13 magazine dengan kaliber 4,5. Ini ditemukan dari Tb,” ujarnya.

Dari pengakuan keduanya, Polisi mendapatkan satu nama lainnya. Y, wanita berusia 35 tahun ini diduga sebagai bandar narkoba di Kota Balikpapan. Polisi lalu bergerak cepat mengejar pelaku. Y akhirnya berhasil dibekuk di salah satu rumah sakit di kota itu.

“Kemungkinan dia di rumah sakit sedang memeriksakan kandungannya. Karena dia sedang hamil,” ujarnya.

Y diduga sebagai penerima barang haram yang dibawa Tb. Sebagai bandar dia akan membagi-bagikan sabu-sabu itu menjadi paket-paket kecil untuk disebarkan kepada pengedar lainnya.

Dari pemeriksaan terhadap Y, diketahui pula jaringan ini masih terkait dengan Ace, seorang terpidana mati kasus narkoba jaringan Makassar, Sulawesi Selatan.

Hasan mengatakan, jaringan ini sudah lama beroperasi. Modus yang digunakan sangat rapi. Mereka bekerja dengan sangat hati-hati. Para kurir pun tidak saling mengenal satu sama lain.

“Mereka hanya mengantongi nomor telepon, lalu bertemu di sebuah tempat yang disepakati. Terjadi transaksi lalu pergi begitu saja. Yang kenal mereka cuma Ace. Tb dengan Y juga tidak saling kenal,” katanya.

Saat ini, kata Hasan, penanganan kasus itu telah diserahkan ke Polda Kaltim. (*) (kaltim.tribunnews.com 18/1/2016)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s