Retribusi Sampah Mulai Berlaku, Ini Tarifnya


20151220-armada-pengangkut-sampah

Truk pengangkut sampah yang terparkir di halaman Kantor Dinas Kebersihan Pertamanan Pemakaman dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Nunukan

Pemerintah Kabupaten Nunukan mulai awal tahun ini memberlakukan retribusi sampah.

Meskipun sudah disosialisasikan, namun masih banyak masyarakat yang mengaku tidak mengetahui pemberlakuan tarif itu.

Kebijakan retribusi mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Nunukan Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Kebersihan, Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2013 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/ Kebersihan di Kabupaten Nunukan, Peraturan Bupati Nunukan Nomor 37 Tahun 2015 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Nunukan Nomor 6 Tahun 2013.

Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Kebersihan Pertamanan Pemakaman dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Nunukan, Saifullah Djamal, mengatakan penarikan retribusi terhadap masyarakat sebenarnya masih sangat kecil.

“Jika kami membandingkan dengan volume sampah yang dihasilkan,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk kategori rumah tinggal hanya dikenakan retribusi Rp 3.000 setiap bulan.

“Rumah kos atau asrama Rp 5.000 perbulan,” ujarnya.

Sementara untuk penginapan dikenakan retribusi Rp 20.000 perbulan. Untuk hotel dikenakan Rp 50.000 bulan.

Selanjutnya, dirincikannya rumah makan dikenakan Rp 20.000 perbulan, klinik swasta Rp 30.000 perbulan, gudang Rp 75.000 perbulan, gudang untuk usaha Rp 100.000 perbulan, kantor perusahaan swasta Rp 30.000 perbulan.

Berikutnya toko Rp 20.000 perbulan, mini market Rp 50.000 perbulan, salon Rp 10.000 perbulan, pub atau diskotik Rp 100.000 perbulan, bengkel atau tempat reparasi sebesar Rp 10.000 perbulan, warung Rp 5.000 perbulan.

“Kemudian pemanfaatan tempat pembuangan sampah akhir dikenakan Rp 50.000,” ujarnya.

Dengan tarif seperti itu, diakuinya masih ada sejumlah masyarakat yang tidak mau memahaminya.

Padahal, kata dia, sebelum tarif diberlakukan sudah dilakukan sosialisasi.

“November 2015 kami sosialisasi dengan melibatkan semua ketua RT. Harusnya RT proaktif memberikan informasi kepada warganya” katanya. (*)

Sumber: kaltim.tribunnews.com – Minggu 31 Januari 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s