Ini Tuntutan Mahasiswa kepada PT PLN Persero, PT Bugak Disorot Tajam


Demo di PLN

Mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Pembebas Rakyat (Ampera), Senin (1/2/2016) membawa keranda dan membentangkan poster serta beroerasi di depan pagar Kantor DPRD Kabupaten Nunukan.

Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa Pembebas Rakyat (Ampera), Jumadi Arizal, meminta DPRD Kabupaten Nunukan mendesak agar PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero dan PT Bugak selaku operator Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sebaung, membuka kontrak kerja sama.

Jumadi beralasan, diera kebebasan informasi seperti saat ini, kedua belah pihak harus membuka isi perjanjian, sehingga bisa dilakukan upaya-upaya mengatasi krisis listrik di daerah ini.

“Ini harus dibuka, karena jangan sampai di sini ada Papa minta saham. Kasus ini akan kami kawal sampai tuntas,” ujarnya, Senin (1/2/2016) di Kantor DPRD Kabupaten Nunukan saat diterima DPRD Kabupaten Nunukan dan manajemen PT PLN Persero Area Berau.

Jumadi merasa heran, karena DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Nunukan sama sekali tidak mengetahui isi perjanjian kedua belah pihak.

Apalagi, keberadaan PT Bugak juga masih menjadi misteri. Hingga kini tidak jelas di mana kantor perwakilan PT Bugak?

“Apakah ini sebatas nama atau hanya nama? PT Bugak selaku pihak ketiga PLN, di mana? DPRD juga jangan tutup mata terhadap ini,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta agar PT PLN Persero melakukan audit terhadap PT Bugak.

“Audit dari awal sampai detik ini,” katanya.

Pada kesempatan itu mahasiswa mengingatkan PT PLN mengenai hak-hak konsumen seperti yang diatur pada pasal 29 Undang- Undang Nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Salah satunya, konsumen berhak mendapatkan pelayanan listrik yang baik.

“Nah ini menjadi pertanyaaan besar kami. Selama ini kita tidak menerima listrik dengan baik sesuai dengan undang-undang ini,” katanya.

PT PLN Persero juga diingatkan hak konsumen untuk mendapatkan tenaga listrik secara terus menerus dengan mutu dan kualitas keandalan yang baik.

“Saya pikir listrik kita di Nunukan ini kualitasnya sangat jauh daripada keadaan kita,” katanya.

Persoalan ganti rugi ikut disinggung mahasiswa, apabila pemadaman terjadi karena kesalahan dan kelalaian.

“Kami sudah melaksanakan kewajiban, artinya membayar listrik dengan pulsa token baru dinikmati. Ketika listrik tidak hidup, bagaimana ganti rugi terhadap hasil jerih payah kami?” ujarnya. (*)

Sistem Gas Bugak Kena Gangguan, PLN Tetap Pastikan Tak Ada Pemadaman

Kepada massa Aliansi Mahasiswa Pembebas Rakyat (Ampera), Manejer PT PLN Persero Area Berau, Ari Prasetyo Nughoro, memastikan semua sistem lsitrik di Pulau Nunukan tidak lagi mengalami pemadaman sejak Minggu (31/1/2016).

“Tadi malam saya monitor sampai jam setengah dua, sampai subuh aman semua sistem Nunukan. Nyala semuanya. Silakan kalau ada yang merasa sampai malam ada yang padam, sampaikan kepada kami,” ujarnya, Senin (1/2/2016) memberikan penjelasan kepada mahasiswa yang berdemonstrasi di Kantor DPRD Kabupaten Nunukan.

Dia mengatakan, sesuai dengan perjanjian, pada 31 Januari 2016 sudah tidak ada lagi pemadaman listrik.

Dengan catatan saat itu, PT Bugak selaku operator pada Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) tidak keluar dari sistem.

“Tetapi empat hari yang lalu, PT Bugak keluar dari sistem Nunukan. Masinnya satu unit rusak. 1.000 kilowatt keluar dari sistem,” ujarnya.

Meskipun masih ada persoalan dengan PT Bugak, PT PLN Persero tetap berusaha memenuhi kebutuhan listrik dengan memaksimalkan mesin-mesin dalam sistem Nunukan.

“Pada 30 Januari semua mesin yang bisa kami laksanakan penyehatan, bisa beroperasi. Itu sudah kami perbaiki. Dan hasilnya mungkin bisa kita rasakan bahwa sistem Nunukan pada 30 Januari sudah pulih,” ujarnya.

Soal gangguan yang sempat terjadi pada malam itu disebabkan karena PT Bugak kembali mengalami gangguan.

“Gas mereka ada gangguan sehingga membuat kolaps sistem Nunukan. Sedangkan di sistem PLN tidak ada gangguan,” ujarnya.

Dia mengatakan, pada 31 Januari memang sempat terjadi gangguan lagi sesaat. Namun itu hanya karena gangguan pada jaringan. Sedangkan sistem kelistrikan, dipastikan telah aman.

“Kami berusaha untuk ada cadangan. Kami membuat cadangan sampai 100 kilowatt,” ujarnya. (*)

Sumber: kaltim.tribunnews.com – 1 Februari 2016

Mesin Sistem Nunukan Ditarget Sehat Total Sebelum Ramadhan

20160202-demo-di-dprd-nunukan

Ketua DPRD Kabupaten Nunukan Haji Danni Iskandar, Senin (1/2/2016) menerima domonstran dari Aliansi Mahasiswa Pembela Rakyat (Ampera)

PT PLN Persero Area Berau akan memperbaiki semua mesin-mesin rusak yang masuk dalam sistem Nunukan.

“Kami berupaya menyehatkan semua mesin-mesin yang ada di Nunukan. Target saya sebelum Ramadhan semuanya di sistem Nunukan siap operasi. Itu janji dari kami,” kata Manejer PT PLN Persero Area Berau, Ari Prasetyo Nughoro, Senin (1/2/2016) kepada Aliansi Mahasiswa Pembebas Rakyat (Ampera) yang berdemonstrasi di Kantor DPRD Kabupaten Nunukan.

Dia menjelaskan, satu unit mesin pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sungai Bilal dengan kapasitas daya 350 kilowatt diharapkan dalam dua hari ini sudah bisa masuk ke sistem.

“Kedua kami coba memperbaiki mesin satu unit di Sebatik. Dayanya 350 kilowatt,” ujarnya.

Seharusnya, kata dia, mesin sudah bisa masuk Senin ini. Namun karena air surut, generator yang dibawa dari Malinau tidak bisa masuk.

“Baru tadi pagi bisa berangkat ke Sebatik dan hari ini akan kami rakit dan kami tes untuk mesinya,” ujarnya.

PLN juga memperbaiki mesin yang berada di Sungai Limau, Pulau Sebatik. Mesin yang kondisinya rusak parah itu, peralatannya telah diambil teknisi dari Jakarta dua hari sebelumnya.

“Mudah-mudahan Februari bisa membantu sistem di Nunukan,” ujarnya.

Mesin lainnya dengan daya sekitar 300 kilowatt akan diperbaiki dan direlokasi dari Pulau Sebatik ke Sungai Bilal, Nunukan.

“Generator segera kami perbaiki, mesin segera kami angkat ke Sungai Bilal dan ditargetkan Februari selesai,” ujarnya.

Jika semua mesin sudah diperbaiki, akan ada cadangan listrik hingga 1.000 kilowatt. Bahkan, kata dia, jika mesin di Sungai Limau telah diperbaiki, cadangan listrik bisa menjadi 2.000 kilowatt.

“Upaya yang lain sedang kami upayakan ke kantor wilayah. Saya akan berusaha meminta tambahan mesin,” ujarnya.

Soal perpindahan mesin dari Pulau Sebatik ke Kabupaten Tana Tidung dia menjelaskan, justru mesin yang digantikan di Sungai Limau memiliki kapasitas yang lebih besar mencapai 2.000 kilowatt.

“Dan itu bukan milik pemda dan kami tidak perlu izin ke pemda. Karena itu milik PLN. Dan kami bukan pencuri, itu milik kami sendiri,” ujarnya.

Saat ini diupayakan pula mengadakan genset mobile yang bisa dipindahkan pada saat ada acara-acara khusus.

“Saya dengar di sini sebentar lagi ada MTQ. Mudah-mudahan di sini bisa bermanfaat yang kami rencanakan,” ujarnya.

Dia berharap, sistem kelistrikan di Nunukan segera pulih. Tentunya, kata dia, PT Bugak selaku operator Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) juga harus bisa beroperasi normal.

“Karena apabila PT Bugak keluar dari sistem, kami juga tidak akan sanggup. Itu cukup riskan karena sistem dari PT Bugak itu 7.000 kilowatt. Kalau Bugak lepas, selesai sudah,” katanya. (*)

Sumber: kaltim.tribunnews.com – 1 Februari 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s