Mantan Bendahara Dinkes Resmi Tersangka Korupsi Imunisasi


20150217-antikorupsi

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Nunukan, AKP Suparno memastikan, penyidik telah menetapkan B, mantan Bendahara Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan sebagai tersangka dugaan penggelapan dana kegiatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan.

Penyidik segera memanggil B untuk diperiksa sebagai tersangka kasus tersebut. “Kami meminta dia menyiapkan pengacara untuk mendampingi dia,” ujarnya, Minggu (14/2/2016).

Polisi menetapkan B sebagai tersangka, setelah mengantongi sejumlah alat bukti termasuk hasil penghitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Bukti-bukti pendukung yang dimiliki Polisi telah cukup untuk menetapkannya sebagai tersangka,” katanya.

Setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, jika dinilai sudah cukup penyidik Polres Nunukan segera melimpahkan berkas kasus tersebut (tahap 1) kepada Kejaksaan Negeri Nunukan.

“Makanya harus kita periksa dulu. Kalau sudah cukup baru kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri Nunukan,” ujarnya.

Sebelumnya dalam kasus itu, Polisi harus meminta penghitungan kerugian keuangan negara dari BPKP karena permintaan penghitungan kerugian keuangan negara kepada Inspektorat Kabupaten Nunukan, tak juga mendapatkan tanggapan.

Penyelidikan korupsi yang melibatkan B ini berawal dari laporan para pegawai puskesmas ke Polres Nunukan.

Berdasarkan laporan yang diterima Polres Nunukan, tersangka diduga menggelapkan empat mata anggaran untuk 31 kegiatan di puskesmas.

Diantara dana kegiatan yang digelapkan itu untuk imunisasi sebesar Rp 65 juta dan pelayanan kesehatan Rp144 juta. (*)

Sumber: kaltim.tribunnews.com – 14 Februari 2016

Diperiksa sebagai Tersangka, Polisi Bilang Penahanan Mantan Bendahara Dinkes Tergantung Kebutuhan

Penyidik Polres Nunukan telah memeriksa mantan Bendahara Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Hidayat sebagai tersangka penggelapan dana kegiatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan.

“Sudah kami periksa sebagai tersangka,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Nunukan, AKP Suparno, Rabu (17/2/2016).

Meskipun telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, penyidik Polres Nunukan belum melakukan penahanan terhadap Hidayat.

Suparno mengatakan, Hidayat masih akan menjalani pemeriksaan untuk melengkapi berkas perkara yang segera dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Nunukan.

Apakah Hidayat akan ditahan? “Penahanan tergantung kebutuhan,” ujarnya.

Polisi menetapkan Hidayat sebagai tersangka, setelah mengantongi sejumlah alat bukti termasuk hasil penghitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Bukti-bukti pendukung yang dimiliki Polisi telah cukup untuk menetapkannya sebagai tersangka,” katanya.

Sebelumnya dalam kasus itu, Polisi harus meminta penghitungan kerugian keuangan negara dari BPKP karena permintaan penghitungan kerugian keuangan negara kepada Inspektorat Kabupaten Nunukan, tak juga mendapatkan tanggapan.

Penyelidikan korupsi yang melibatkan Hidayat berawal dari laporan para pegawai puskesmas ke Polres Nunukan.

Berdasarkan laporan yang diterima Polres Nunukan, tersangka diduga menggelapkan empat mata anggaran untuk 31 kegiatan di puskesmas.

Di antara dana kegiatan yang digelapkan itu untuk imunisasi sebesar Rp65 juta dan pelayanan kesehatan Rp144 juta. (*)

Sumber: kaltim.tribunnews.com – 17 Februari 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s