Stop Produk Malaysia, Ini Dia Solusi Pemkab Nunukan


20160602-laura-faridil-03Pemerintah Kabupaten Nunukan kabarnya akan memanggil perusahaan PELNI dan sejumlah penguasa lokal untuk berinvestasi di sektor pendistribusian pengiriman sembako yang masuk ke kabupaten Nunukan. Pasalnya, selama ini wilayah perbatasan negara itu mengandalkan pengiriman sembako dari negara tetangga Malaysia.
Wakil Bupati Nunukan, Faridil Murad mengatakan rencana itu akan mengusulkan rute khusus kapal PELNI dari Surabaya, Jakarta atau Makassar menuju Kabupaten Nunukan. Sehingga mampu mengatasi kebuntuan atau sulitnya mendapatkan sembako di Kabupaten Nunukan.
“Pemda Nunukan akan tetap merumuskan formula yang cocok untuk rute Kapal PELNI itu sehingga menjadi terobosan bagus dalam mengurangi ketergantungan sembako dari malaysia,” tuturnya.
Faridil berjanji dalam waktu dekat akan mulai membahas dan melakukan rapat koordinasi dengan PT Pelni, sekaligus membicarakan persoalan tol laut untuk wilayah perairan Nunukan.
“Kedatangan Kapal Pelni dipersiapkan sebagai sarana pengangkut Sembako dari Surabaya yang nantinya secara perlahan akan menggeser produk Malaysia,” tuturnya.
Selama ini, Kabupaten Nunukan mengandalkan produk dan barang-barang yang berasal dari malaysia termasuk pasokan sembako bagi masyarakat. Namun,  ketergantungan itu disebabkan jarak tempuh yang lebih dekat dan biaya operasional yang lebih murah. Namun, saat pemerintahan Malaysia menaikkan ongkos sandar kapal sembako milik Indonesia, maka harus di cari solusinya bagi masyarakat Nunukan.
“Kita tidak bisa terus-terusan mengandalkan pengiriman sembako dari Malaysia, sekarang saatnya kita memasok sembako dari Jawa atau dari Tarakan, dan mudah-mudahan cepat terealisasi bersamaan kedatangan kapal Pelni nanti,” ujarnya.
Faridil menyebutkan jika kebutuhan pasokan dan kebutuhan lainnya terpenuhi dan berasal dari dalam negeri. Maka wilayah perbatasan Indonesia seperti di Nunukan akan memiliki posisi yang kuat dengan Malaysia.
“Kebutuhan harus terpenuhi, kita ambil barang dari Tarakan dan Surabaya, kita tidak butuh lagi dari Tawau,” katanya.
Menurut Wakil Bupati Ir Faridil Kebiasaan masyarakat Nunukan dan ketergantungan mereka harus segera dirubah, bahkan harus di stop dalam waktu cepat, jika semua sudah tersedia, masyarakat tak perlu lagi khawatir akan persediaan sembako meski pasokan dari Malaysia tak lagi ada, bahkan masyarakat Nunukan bisa membuktikan sendiri bagaimana rasanya mandiri tanpa bergantung dengan negara lain,
“Gak perlu lagi ngemis ke mereka, kalau sudah terpenuhi, kita lihat bagaimana kondisi mereka ke depan, kita bekerja dengan cepat untuk memperkuat pendistribusian sembako dan kebutuhan lainnya dengan pengusaha lokal dan Pelni nanti,” ungkap Faridil.
Faridil bahkan berencana akan menghentikan secara bertahap pendistribusian sembako dan rang-barang lainnya hingga menghentikan pengiriman TKI ke Malaysia melalui Sebatik ke Tawau.
“Tidak perlu TKI dikirim ke Malaysia, disini di Nunukan akan kita siapkan lahan perkebunan, saya mau lihat tiga bulan saja seperti apa jadinya Malaysia nanti tanpa kita,” tuturnya.
Sumber: newstara.com – 9 Juni 2016
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s