Malaysia Naikkan Tarif Pelabuhan, Laura-Faridil Ancam Kapal Malaysia Melintas Dikenakan Tarif Mahal


20160611-LauraHafidBupati Kabupaten Nunukan Asmin Laura Hafid menegaskan persoalan perdagangan lintas batas Nunukan-Tawau yang memicu naiknya harga sembako di Kabupaten Nunukan, akan menjadi bahan evaluasi dan secepatnya harus dicarikan solusi. Karena sudah seringkali kebijakan Malaysia terkesan tidak serius dan seolah-olah masyarakat di perbatasan ketergantungan dengan sembako yang di impor ke Nunukan.
“Mereka kadang membuat kebijakan se-enaknya, karena memang kita terlalu lunak sama Malaysia, beberapa kasus yang terjadi adalah sebelum barter trade ditutup, pedagang diminta melengkapi fasilitas kapal kayu termasuk radio, GPS juga alat pemadam api, namun Malaysia kemudian mensyaratkan kelengkapan kapal harus buatan Malaysia yang menjadi keharusan, ini kan mereka mempermainkan kita,” tutur Bupati Laura kepada Newstara.com
Laura juga mendesak kepada Konjen Indonesia untuk Malaysia untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut. Karena informasi dari pedagang-pedagang lintas batas bahwa sudah dilengkapi persyaratan. Namun, Malaysia kembali membuat aturan untuk menutup jalur lintas perdagangan tradisional tanpa pemberitahuan.
“Mereka melihat kondisi politik dan keamanan Malaysia akibat ulah milisi Abu Syayaf di Filiphina beberapa waktu lalu,” tutur laura.
Sementara, Wakil Bupati Kabupaten Nunukan Faridil Murad mengatakan bahwa kebijakan yang mewajibkan pedagang mengunakan kapal besi seakan kita sangat ketergantungan dengan barang malaysia, harkat dan martabat bangsa Indonesia seakan bergantung pada malaysia.
“Barang yang berasal dari perbatasan kita cuma ambil Sembako dari Malaysia, kenapa dikenakan biaya Internasional, mana sanggup kita para pengusaha lokal harus sewa kapal besi, sekali angkut saja bisa membayar Rp 150 juta,” tutur Faridil
Menurutnya, Pemkab Nunukan harus memperkuat pengadaan barang baik sembako dan keperluan masyarakat di wilayah perbatasan Malaysia. Jika pasokan sembako dari Surabaya dan Makassar sudah kuat maka perdagangan dengan Malaysia akan ditutup.
“Kalau pasokan sembako dari Surabaya dan Makassar sudah kuat, maka perdagangan dengan Malaysia akan kita tutup, bahkan jalur tenaga kerja ke Malaysia bisa kita tutup,” tutur Faridil kepada Newstara.com
Faridil juga mendesak kepada Pemerintah Pusat agar mempercepat kebijakan tol laut untuk sabuk Khatulistiwa, sehingga kapal-kapal berbendera asing khususnya kapal berbendera asing yang melintas di perairan Indonesia seperti di Nunukan bisa dikenakan tarif maksimal
“Kita sebenarnya lebih kuat yah, bahkan kalau sembako bisa dipasok dari Surabaya dan Makassar dalam satu bulan ini maka bisa kita kita tutup perdagangan dengan Malaysia, termasuk juga kapal-kapal Malaysia yang melintas kita bisa kenakan tol laut,” tuturnya.
Sebelumnya, Bupati Laura dan Faridil melakukan pertemuan bersama Konsulat Jenderal Indonesia untuk Malaysia dan di hadiri pula oleh Atase Ekonomi Indonesia Kuala lumpur, Dandim Nunukan Dan Kapolres Nunukan, Wakil Ketua DPRD Nunukan Nasir, Kepala Disperindakop, Kemenkumham Kab. Nunukan, dan pejabat lainnya di ruang rapat Pemkab Nunukan
Sumber: newstara.com – 9 Juni 2016
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s