Warga Tak Persoalkan Malaysia Membangun di Wilayah Sengketa


20160617-wakil-ketua-menteri-sabah-datuk-bobbei-a-suan

Wakil Ketua Menteri Sabah, Datuk Bobbei A Suan, menyalami warga saat berkunjung di kawasan OBP Sungai Sumantipal, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan.

Ketua Adat yang juga mantan Kepala Desa Sumantipal, Juni, mempersilakan Malaysia membangun di kawasan yang masih berstatus dalam tahap perundingan Republik Indonesia –Malaysia atau outstanding boundary problem (OBP) di Sungai Sumantipal-Sinapad, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

“Kami mempersilakan Wakil Ketua Menteri Sabah Bidang Infrastruktur Datuk Yang Berhormat (YB) Bobbei A Suan merencanakan pembangunan di Sumantipal. Apalagi yang mengusulkan pembangunan itu adalah warga kami dari Desa Sumantipal yang sudah berada di Sabah,” ujarnya.

Saat berkunjung ke Labang dan kawasan OBP di Sungai Sumantipal-Sinapad, 12 Juni 2016, Bobbei yang merupakan putra asli Murut, Sabah, Malaysia, memastikan Malaysia menggelontorkan anggaran pembangunan hingga RM 300 juta atau sekitar Rp 990 miliar dengan kurs RM1 senilai Rp 3.300 untuk membangun wilayah Sabah mulai dari Pegalungan hingga Bantul, bahkan akan menyentuh wilayah sengketa Sumantipal-Sinapad yang juga diklaim Republik Indonesia.

“Kami juga bersyukur ditanggapi masalah perbatasan. Tentunya itu urusan masing-masing negara. Bagi kami, yang kami tahu adalah wilayah kami belum menjadi milik sah salah satu negara,” kata Juni.

Dia mengatakan, Malaysia maupun Republik Indonesia sama-sama mengklaim kawasan yang mereka duduki saat ini. Sehingga pihaknya tidak menyoal negara manapun yang mau membangun di kawasan itu.

“Jadi siapa yang membangun sungguh-sungguh, dia punya wilayah. Jangan janji-janji tinggal janji,” ujarnya.

Warga setempat juga heran, karena pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara malah tidak pernah terpikir untuk mengunjungi kawasan sengketa dimaksud.

Namun ditengah keresahan warga menunggu pemimpinnnya hadir di perbatasan, Bobbei A Suan yang namanya berasal dari wilayah di Kabupaten Nunukan justru mengunjungi mereka.

Rombongan Bobbei saat itu menemui warga Sumantipal dengan menumpang perahu melalui jalur sungai. Hanya butuh waktu 15 menit perjalanan dari Kampung Bantul di Negara Bagian Sabah, Malaysia.

“Bagi kami tidak masalah. Kami dikunjungi syukur, tidak juga terima kasih. Kami dengar Pak Gubernur terbang ke sana-kemari tetapi tak nongol di perbatasan. Padahal katanya di sini mau menjadi milik Indonesia,” kata Juni.

Dia berharap, suatu saat kelak Bupati Nunukan, Hajjah Asmin Laura mau berkunjung ke perbatasan.

“Karena sebelum menjadi bupati, beliau pernah ke Labang ini untuk ikut meresmikan Tugu Garuda,” ujarnya. (*)

 

Malaysia Gelontorkan Rp 990 Miliar Bangun Kawasan Sengketa

bobbei-a-suan

Menggunakan perahu, Wakil Ketua Menteri Sabah, Datuk Bobbei A Suan mengunjungi Labang dan kawasan OBP Sungai Sumantipal, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan.

Malaysia menggelontorkan anggaran pembangunan hingga RM 300 juta atau sekitar Rp 990 miliar dengan kurs RM1 senilai Rp 3.300.

Warga Kecamatan Lumbis Ogong saat menghubungi TRIBUNKALTIM.CO menyebutkan, anggaran sebesar Rp 990 miliar itu akan digunakan untuk membangun wilayah Sabah mulai dari Pegalungan hingga Bantul, bahkan akan menyentuh wilayah sengketa Sumantipal-Sinapad yang juga diklaim Republik Indonesia.

Kepastian pembangunan itu disampaikan Wakil Ketua Menteri Sabah Datuk Yang Berhormat (YB) Bobbei A Suan saat 12 Juni 2016 lalu berkunjung ke Labang dan kawasan yang masih berstatus dalam tahap perundingan Republik Indonesia–Malaysia atau outstanding boundary problem (OBP) di Sungai Sumantipal-Sinapad, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Kawasan itu disebutkan sebagai kawasan sengketa terluas di Indonesia.

Pria yang juga merangkap sebagai anggota Perlemen Sabah itu datang ke wilayah tersebut untuk melihat sanak saudara serumpun Murut dari Dayak Agabag sekaligus membawa kabar gembira.

Nampiang, warga Desa Sumantipal menyebutkan, dalam kunjungan dimaksud Bobbei A Suan memastikan, Perdana Menteri Malaysia Tun Najib Abdul Razak telah mengeluarkan kebijakan untuk membangun kawasan perbatasan daerah Pagalungan hingga kawasan Sumantipal.

“Karena menurut Datuk, demi kaum serumpun dan negara tidak masalah mengelurkan anggaran yang besar untuk membangunnya,” kata Nampiang menirukan ucapan Datuk Bobbei saat kunjungannya ke wilayah yang juga diklaim Republik Indonesia.

Sebelum berkunjung ke Sumantipal, Datuk Bobbei memastikan telah menghadap Najib Razak.

Pinumpulan, warga Labang menyebutkan, Bobbei selaku Wakil Ketua Menteri Sabah Bidang Infrastruktur memastikan pula dana ratusan juta ringgit Malaysia itu akan digunakan untuk pembangunan peningkatan Jalan Sepulut-Pegalungan-Bantul hingga tembus ke Labang dan berputar ke Sumantipal.

Selanjutnya akan digunakan untuk Pekan Sempadan di Bantul, spot-spot wisata, tugu Sumantipal, perumahan, rumah-rumah singgah wisata di perbatasan, gudang perdagangan, maupun pekan yang dilengkapi dengan unit kampus Universitas Malaysia Sabah (UMS) di Pegalungan. (*)

Sumber: kaltim.tribunnews.com – 17 Juni 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s