Lagi Pesta Sabu, Sepuluh Orang Diamankan


pesta-sabu-sepuluh-orang-diamankan

DIAMANKAN : Sejumlah tersangka beserta barang bukti saat diamankan di Polres Nunukan pasca penggerebekan, Senin (20/6).

Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan kembali melakukan aksi penggerebekan di sejumlah kawasan yang diduga rawan akan peredaran narkotika golongan satu jenis sabu, Senin (20/6). Dalam penggerebekan yang dilakukan di Jalan Hasanuddin dan Jalan Strat Buntu, Kelurahan Nunukan Utara. Satreskoba membekuk sepuluh tersangka yang diduga sebagai pemakai, pengedar bahkan bandar barang haram tersebut. Selain tersangka, sejumlah barang bukti juga diamankan termasuk sabu dengan berat 0,5 gram.

Kapolres Nunukan AKBP Pasma Royce SIK, melalui Kasat Reskoba Polres Nunukan Iptu M. Hasan mengatakan, dalam penggerebekan pihaknya menurunkan sedikitnya 18 orang personel dari Satreskoba. Berbekal informasi dari masyarakat serta pengamatan dari jauh hari sebelumnya, pihaknya memutuskan dua lokasi tersebut yang akan menjadi target operasi guna membongkar jaringan narkoba di Nunukan.

“Ini kami lakukan karena masyarakat resah dengan kegiatan mereka, apalagi di bulan Ramadan ya. Kami putuskan lakukan penggerebekan saat kondisi sudah memungkinkan,” ujar Hasan kepada Radar Nunukan ketika dikonfimasi, kemarin. Penggerebekan pertama dilakukan di Jalan Sei Bolong, Kelurahan Nunukan Utara, sejak pukul 16.00 Wita. Personel sebelumnya telah menargetkan beberapa rumah yang diduga tempat bersemayam para pengguna, pengecer juga bandar barang haram tersebut.

Rumah demi rumah sudah dimasukin personel namun hasil masih nihil. Berselang satu jam penggerebekan, tepat di daerah Kampung Pukat pihaknya mencium bau sejumlah komplotan yang sedang melakukan pesta sabu. Perlahan personel mencoba mengendap dalam penggerebekan tersebut. Namun, keberadaan personel diketahui hingga beberapa tersangka sempat mencoba kabur sebelum akhirnya ditangkap.

“Dua tersangka kami amankan beserta sejumlah barang bukti alat hisap. Karena keadaan kami kira sudah tidak memungkinkan melanjutkan penggerebekan, kami putuskan melanjutkan di lokasi kedua,” kata Hasan. Di lokasi kedua, personel memulai aksi masuk ke rumah yang sudah menjadi target operasi penggerebekan di Jalan Strat Buntu, Kelurahan Nunukan Utara, kembali dilakukan mulai pada pukul 18.30 Wita.

Rumah demi rumah kembali disidak personel secara diam-diam, keadaan saat itu seakan sudah terbiasa dengan aktivitas penggerebekan yang dilakukan personel Satrekoba. Tak menunggu lama, baru dua rumah di geledah, pihaknya langsung mendapatkan sejumlah orang-orang sedang melakukan pesta sabu. Pemilik rumah berinisial KN bersama delapan orang diamankan saat asyik melakukan pesta sabu. Seorang bandar turut hadir dalam pesta sabu tersebut. Alhasil, empat dek barang bukti sabu diamankan pihak aparat. “Kami temukan lengkap beserta alat hisap bong sabu, semua tersangka langsung kami amankan terlebih dahulu,” ungkap Hasan.

Pasca ditangkapnya delapan tersangka, keberadaan personel sepertinya sudah tercium sejumlah pengguna barang haram tersebut. Hingga pukul 22.00 Wita, penggerebekan sudah tak membuahkan hasil. Pihaknya pun memutuskan mengakhiri penggerebekan. Hasan mengatakan, kesepuluh tersangka bersama barang bukti telah diamankan di Polres Nunukan. Pihaknya belum bisa memberikan identitas masing-masing tersangka, sebab saat ini masih dalam penyidikan lebih lanjut.

Terpisah, warga Jalan Kampung Pukat, Kelurahan Nunukan Utara, Risman membenarkan penggerebekan yang dilakukan Satrekoba Polres Nunukan. Sekira pukul 17.00 Wita, daerah sekitaran rumahnya dipadati sejumlah warga yang ingin melihat proses penggerebekan tersebut. “Saya kira ada apa ramai-ramai, rupanya polisi lagi ngincar orang yang lagi nyabu,” ujarnya kepada pewarta harian ini ketika ditemui, kemarin.

Dirinya juga mengatakan sempat melihat aksi kejar-kejaran yang dilakukan pihak Satreskoba dalam membekuk salah satu tersangka. Menurut Risman, akhir-akhir ini memang sering terlihat sejumlah orang yang tidak dikenal keluar masuk kampungnya. “Sering kumpul ramai-ramai, tapi tiba-tiba sepi kembali, mungkin orang sini (Kampung Pukat, Red.) pada curiga, makanya melaporkan ke polisi,” pungkas Risman.

Sumber: kaltara.prokal.co – 22 Juni 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s