Ini Dia Empat Poin Damai Setelah Bentrok Futsal


ikrar-damai

Wakil Kepala Polda Kaltim Brigjen Polisi Hendrawan, Kamis (23/6/2016) menandatangani naskah ikrar damai bersama di Kabupaten Nunukan.

Bentrok dua kelompok pendukung tim futsal saat pertandingan Turnamen Futsal Liga Ramadhan II, di Lapangan Mega Futsal Berkah Jalan Antasari, Selasa (21/6/2016) malam lalu sempat menyerempet pada isu etnis.

Beruntung, pihak-pihak yang bertikai akhirnya memahami kebutuhan untuk menjaga suasana damai di daerah ini.

Kesalahpahaman untuk menciptakan suasana damai di daerah ini ditegaskan dalam naskah Ikrar Damai Bersama, yang ditandatangani para tokoh adat di Kabupaten Nunukan.

Penegasan damai itu dilakukan para ketua adat saat digelarnya silaturahmi dengan Wakil Kepala Polda Kaltim Brigjen Polisi Hendrawan, Kamis (23/6/2016) di Lantai IV Kantor Bupati Nunukan.

Naskah Ikrar Damai Bersama ditandatangani Ketua Presedium Dayak Agabag Kabupaten Nunukan Karel Sompoton, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Kabupaten Nunukan Haji Nurdin Efendi, Ketua LPADKT Kabupaten Nunukan Marli Kamis, dan Ketua Kekarnusra Kabupaten Nunukan Robby Nahak Serang.

Selain itu diketahui Brigjen Polisi Hendrawan, Bupati Nunukan Hajjah Asmin Laura Hafid, Komandan Kodim 0911/Nunukan Letkol Kav Valian Wicaksono Magdi, Komandan Yonif 614/RJP Pamtas Nunukan Letkol Inf Rudy Setiawan, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Nunukan Letkol Laut (P) Hreesang Wisanggeni, dan Kapolres Nunukan AKBP Pasma Royce.

Hendrawan mengatakan, masyarakat maupun tetua adat serta instansi keamanan yang responsif dan kompak akan membuat pertikaian tidak meluas.

Setelah saling menyampaikan permohonan maaf, para ketua suku secara bersama-sama membacakan naskah Ikrar Damai Bersama.

Adapun Ikrar Damai Bersama yang berisi empat poin itu secara lengkap berisi:

Kami Keluarga Besar Dayak Kabupaten Nunukan, Kerukunan Keluarga Nusa Tenggara Kabupaten Nunukan, dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Kabupaten Nunukan sangat menyadari dan memahami betapa pentingnya kebersamaan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah Kabupaten Nunukan dengan ini berikrar :

1. Dengan sepenuh hati, kami menyatakan sangat mencintai perdamaian dan berusaha sekuat tenaga untuk mencegah dan menanggulangi setiap gangguan kamtibmas demi terwujudnya kedamaian di wilayah Kabupaten Nunukan.

2. Kami berjanji akan selalu menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi secara persuasif tanpa menggunakan kekerasan, melalui forum pertemuan musyawarah secara mufakat.

3. Kami siap mendukung dan membantu Polri dalam hal ini Polres Nunukan dalam menindaklanjuti setiap permasalahan yang timbul dan merupakan tindak pidana murni untuk diproses secara hukum berdasarkan ketentuan yang berlaku

4. Kami bersedia memberikan informasi kepada Polri dalam hal ini Polres Nunukan sesuatu yang berguna untuk kepentingan pencegahan dan pengungkapan tindak pidana atau pelanggaran hukum lain untuk kepentingan pencegahan dan pengungkapan tindak pidana atau pelanggaran hukum lainnya di Kabupaten Nunukan. (*)

Sumber: kaltim.tribunnews

Wakapolda Berharap Babinkamtibmas Berperan Aktif Redam Konflik

20160623-ikrar-damai_2

Wakil Kepala Polda Kaltim, Brigjen Polisi Hendrawan, Kamis (23/6/2016) mengajak ikrar damai bersama tokoh adat di Kabupaten Nunukan.

Wakil Kepala Polda Kaltim, Brigjen Polisi Hendrawan, berharap Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babin Kamtibmas) bisa meningkatkan perannya untuk meredam terjadinya konflik di wilayahnya.

“Perlu adanya peningkatan pembinaan kepada masyarakat oleh Babin Kamtibmas. Supaya kehidupan bermasyarakat berbangsa dan negara saling asuh dan asih,” ujarnya Kamis (23/6/2016) di Lantai IV Kantor Bupati Nunukan, saat silaturahmi dengan tokoh adat dan para pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Nunukan.

Dia berharap, Babin Kamtibmas meningkatkan upaya sosialisasi dan pembinaan wawasan kebangsaan dengan lebih menyentuh pada moral Pancasilais yang Berbhineka Tunggal Ika.

Hendrawan meminta Polisi maupun TNI kembali memberikan bimbingan dan pendidikan moral Pancasila lebih gencar lagi.

“Dengan demikian, maka konflik etnis dan kebanggaan terhadap suku akan tergerus dengan nama satu bangsa dan satu Indonesia,” ujarnya.

Dia juga menekankan agar seluruh elemen masyarakat memperkuat nilai kesadaran dan persaudaraan.

“Agar selisih faham dan gesekan yang terjadi tidak merembet kearah SARA,” ujarnya.

Dia menyinggung saling ejek di lapangan futsal yang berujung pada pertikaian etnis, tentu menjadi momok menakutkan bagi negara.

Perpecahan, dengan saling memisahkan diri membuat kubu-kubu yang membanggakan suku, bukanlah perkara sepele.

“Itu merupakan ancaman terhadap kedaulatan sebuah negara. Sehingga cara yang paling efektif adalah merangkul kembali semua perbedaan, mempraktikkan toleransi dan mengukuhkan ikatan persaudaraan. Seperti halnya para ketua kerukunan yang bersatu dan memberi pemahaman arti pentingnya kedamaian,” katanya. (*)

Sumber: kaltim.tribunnews

Tokoh Dayak Berharap Salam Damai Dihidupkan Lagi

Untuk menciptakan suasana yang sejuk dan damai di Kabupaten Nunukan, Wakil Kepala Polda Kaltim Brigjen Polisi Hendrawan, Kamis (23/6/2016), di Lantai IV Kantor Bupati Nunukan menggelar silaturahmi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, termasuk para pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Nunukan.

Acara itu juga ditandai dengan ikrar damai bersama yang ditandatangani sejumlah tokoh adat.

Pada silaturahmi dimaksud, pesan damai mencuat dari mulut para tokoh adat.

Ketua Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur (LPADKT) Kabupaten Nunukan, Marli Kamis, berharap agar salam damai kembali dihidupkan. Budaya damai itu telah disepakati semua ketua adat Dayak di Pulau Kalimantan pada tahun 1980-an silam.

Salam tersebut, kata anggota DPRD Kabupaten Nunukan ini, menyatukan semua etnis dan golongan.

“Ada salam yang disepakati seluruh ketua adat di Borneo untuk tidak mengayau. Itu adalah adil kasalino, bacuramin kasuraga, basengat kajubata,” ujarnya.

Dia menyebutkan, jika salam dimaksud dihidupkan kembali diyakini akan mencegah konflik yang mengarah kepada suku agama dan ras antar golongan.

“Salam damai khas Dayak ini menjadi pemersatu dalam kebhinekaan dan menjadi pondasi dalam kebersamaan dan kekompakan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, adil kasalino berarti adil terhadap semua.Bacuramin kasuraga memiliki makna yang mendalam agar masyarakat yang hidup beriringan bisa bercermin ke surga.

“Dimana di sana tidak ada konflik kepentingan. Hanya ada kedamaian senantiasa. Sementara jika sudah terlaksana kedua hal tersebut maka akan terjadi basengat kajubata yang berarti nafas kehidupan bersumber dari Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Dari kacamata LPADKT, kata dia, Pemerintah Kabupaten Nunukan kedepan harus melihat semua wilayah kekuasaan pemerintah. Perlu memandang dengan warna yang sama, ungkapan yang sama agar jangan sampai ada perbedaan.

“Ini muara masalah dari sisi itu,” ujarnya.

Bupati Nunukan, Hajjah Asmin Laura Hafid menginginkan masyarakat tidak terpecah belah akibat isu primordial yang biasanya bersumber dari oknum yang mengatasnamakan etnis.

Dia mengatakan, percuma membangun Kabupaten Nunukandengan gelontoran dana besar jika akhirnya dirusak dengan konflik suku agama dan ras antar golongan.

“Lukisan tidak indah kalau cuma satu warna. Mari berbaur bersama, jangan lagi ada konflik pemecah belah persatuan seperti ini,” katanya.

Para ketua etnis pada kesempatan itu juga berjanji akan mencegah konflik etnis.

Caranya dengan memberikan pengertian agar masyarakatKabupaten Nunukan dengan berbagai suku yang ada, dengan kemajemukannya, tetap bisa menjaga suasana kondusif dan tidak membawa nama suku saat terjadi masalah.

Wakil Kepala Polda Kaltim Brigjen Polisi Hendrawan memberikan apresiasi terhadap kekompakan paara tokoh masyarakat beserta TNI dan Polri yang sigap terhadap potensi konflik dimasyarakat.

“Terima kasih atas keikutsertaan semua atas kamtibmas. Terus terang jumlah personel kemanan tidak memadai dari rasio seperti itu. Tetapi ini ditutup dengan keikutsertaan bapak-bapak,” katanya.

Hadir pada acara itu Ketua Presedium Dayak Agabag Kabupaten Nunukan Karel Sompoton, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Kabupaten Nunukan Haji Nurdin Efendi, Ketua LPADKT Kabupaten Nunukan Marli Kamis, dan Ketua Kekarnusra Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang. (*)

Sumber: kaltim.tribunnews

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s