Sejarah Kabur Di Tanah Adat Tokoh Tidung Abadikan Silsilah Etnies Lewat Tulisan Leluhur


20160703-sejarah-kabur-di-tanah-adat-tokoh-tidung-abadikan-silsilah-etnies-lewat-tulisan-leluhur-1

Foto : Antung dan Buku Aksara & Istana Kesultanan Bulungan pada abad ke-20. (sumber : wikipedia)

Pangeran Antung bin Pangeran Batal : Banyak yang bilang kalau tidung tak punya aksara, semua ada, lengkap di buku warisan turun temurun ini.

NUNUKAN – Pulau Nunukan Kalimantan Utara dikenal sebagai tanah leluhur suku Tidung, namun silsilah dan asal muasal suku Tidung sama sekali tak tercatat dalam sejarah Nunukan bahkan nyaris punah terkubur. Anak anak suku Tidung bahkan tak mengenal tradisi, budaya dan adat Tidung, khawatir peninggalan tersebut musnah termakan zaman, Pangeran Antung bin Pangeran Batal (75) yang masih memiliki darah bangsawan dari Pangeran Gantung salah satu ningrat suku Tidung saat masih berjaya pada Tahun 1313, mewarisi buku sejarah yang dirangkum oleh pendahulunya secara turun temurun,”Artinya dibuat peringatan buat anak anak tidung, karena sejarah ini akan hilang nanti,”ujarnya, Sabtu (02/7/2016).

Ada 2 buku yang demikian dijaga oleh warga Jalan Makam Pahlawan Kelurahan Nunukan Barat ini, pertama selembar buku dengan panjang sekitar 4 meter dan lebar 1 meter terbuat dari karton tebal yang telah ia bungkus lakban agar terhindar dari kerusakan akibat cuaca atau ketidak sengajaan seperti robek, Buku yang kedua berbentuk layaknya buku karangan para Empu di tanah jawa semisal buku babad tanah jawa dengan tebal hampir 2 jengkal, yang menjelaskan lebih rinci perihal kejayaan kerajaan Tidung, sampai kerajaan Bulungan, hingga keterkaitan Tidung dengan Manila dan Brunei Darussalam.

Dalam lembaran kertas yang tergulung dan tersimpan rapi di dalam kain kuning berlambang naga sebagai simbol kebesaran suku Tidung tersebut, tertulis jelas asal mula suku tidung, silsilah, kerajaan, benda pusaka, nama nama keturunan Tidung, jumlah kekayaan sampai legenda adat termasuk tradisi dan budaya mereka,”Banyak yang bilang kalau tidung tak punya aksara, semua ada, lengkap di buku warisan turun temurun ini,”lanjutnya bercerita.

Menurutnya kerajaan Tidung telah berdiri sejak Tahun 1313 didirikan oleh leluhur asal Manila di Pulau Sebuku yang merupakan cikal bakal dari keberadaan suku Tidung, sebelum akhirnya bertikai dengan kerajaan Bulungan yang berdiri pada Tahun 1717, suami dari Halimah yang juga keturunan dari Sultan Syarif Muhammad Tunggal Alam, seorang ningrat Tidung juga ini bertutur kalau jejak jejak kerajaan tidung masih bisa dijumpai di Sumbal dan Kudamis yang ada di Kecamatan Sebuku, Namun seiring berjalannya waktu bukti konkrit tersebut hanya meninggalkan jejak yang sangat sulit dikenali oleh keturunan Tidung, “Syukur syukur orang bisa tahu, itu masih ada bekas bangunan rusak, tiang tiang roboh di jalanan becek yang hancur, berhambur dengan kulit tiram, temberungan, kulit tudai dan keciput ada sekitar 4 meter di Pindukan Lama,”tuturnya.

Antung menyayangkan terkuburnya sejarah kerajaan Tidung akibat Terbiar begitu saja tanpa ada upaya pelestarian, berbeda dengan sejarah kerajaan Bulungan yang bisa demikian mudah dikenal sehingga mampu dikenal sejak tahun 1717 sampai 1731 bahkan 1914 nama kerajaan Tidung tersebar luas, “Bolongan itu sampai 1960 tetap ada atas nama raja Bolongan,”lanjutnya. Buku buku yang demikian ia jaga, memang berisi rangkuman sejarah sejak kakeknya hidup, sudah demikian lama memang karena Antung merupakan generasi ke -7.

Buku tebal atau lembaran panjang tersebut memuat tulisan tangan kakek dan ayahnya yang menuliskan banyak moment bersejarah terkait aktifitas kerajaan Tidung, mulai coretan tangan, dokumen berbentuk ketikan termasuk lukisan lukisan simbol peninggalan etnies Tidung. Tak cukup disitu, foto foto raja raja Tidung dan sejarah keberadaannya tergantung rapi dalam pigura foto yang terpampang rapi pada setiap tembok dirumah kayunya, mulai dari kerajaan pertama Tidung, Raja dan kisah legenda semua diabadikan dalam bentuk lukisan, foto ataupun tulisan di rumah sederhananya.

Sangat disayangkan karena sejauh ini sejarah Tidung di Tanah Borneo yang merupakan suku asli tergerus oleh zaman, bahkan perpustakaan Nunukan tak memiliki warisan sejarah seperti terdapat dalam buku yang disimpan dan dijaga sedemikian rupa oleh Antung semenjak diberikan ayahnya pada sekitar 1960 lalu. Antung mengatakan banyak warga Tidung yang lupa terhadap sukunya ketika memperoleh kedudukan, mereka lebih fokus mengumpulkan harta ketimbang mengenalkan peradaban suku Tidung yang mulai hilang, Pemerintah Daerahpun anehnya tak ada inisiatif merangkai sejarah Tidung yang notabene pemilik syah pulau di tataran utara Kalimantan ini, Sangat jauh berbeda dengan negeri Sabah – Malaysia yang justru memiliki sejarah berdirinya semua kerajaan di wilayah utara Kalimantan. “Kalau di Sabah ada sejarahnya, sering juga mereka kesini bertanya untuk melengkapi data, kalau kita, mana ada pegawai datang bicara sejarah Tidung,” ujarnya.

 DZULVIQOR

Sumber: kabarnunukan.co – Jum’at 1 Juli 2016

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Sejarah Kabur Di Tanah Adat Tokoh Tidung Abadikan Silsilah Etnies Lewat Tulisan Leluhur

  1. Kano kerajan tidung sombol tio pandayaan silsila noh..nopo sejarah no sodongkan kerajan tidung kuno tuo sino sedang kn sombol harta kekayaano sino debelanda sodong kn keterunan no sino saat gtu..sedang kon damo generasi ke 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s