Krayan Resmi Deklarasikan Diri


Tim Presidium DOB Krayan Terbentuk

krayan resmi deklarasikan diri

JUMPA PERS : Tim presidium tim pemekaran DOB Kabupaten Krayan saat melakukan jumpa pers di ruangan Sekkab Nunukan, Drs. Tommy Harun, M.Si, Selasa (12/7).

Keinginan masyarakat ingin menjadi daerah otonomi sendiri akhirnya mulai memasuki tahap awal. Itu ditandai dengan masyarakat Krayan yang mendeklarasikan diri dengan membentuk tim presidium Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Krayan pada 12 Mei lalu dan baru dipublikasikan, Selasa (12/7).

Keinginan menjadi sebuah DOB didukung penuh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura dan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan Drs. Tommy Harun M.Si. Bahkan, tim presidium dipimpin langsung Tommy Harun yang bertindak sebagai ketua umum dan menggelar konfrensi pers di ruangannya, kantor Bupati Nunukan lantai III.

Dukungan masyarakat itu dibuktikan dengan adanya dukungan dari lima kepala adat Dayak Lundayeh yang mengeluarkan keputusan atas pembentukan tim presidium. Keputusan adat Dayak Lundayeh tersebut dibuat dalam bentuk surat keputusan nomor 4/ 2016 yang ditandatangani lima kepala adat. Terdiri dari kepala adat Krayan Hulu, Krayan Darat, Krayan Tengah, Krayan Hilir dan Krayan Barat.

Kepala Adat Besar Krayan Hulu, Lewi G. Paru mengatakan, terbentuknya tim presidium ini merupakan atas dasar permintaan masyarakat Krayan. Sebagai kepala adat tentu harus ikut mendukung, karena bukan hanya satu suara masyarakat Krayan tapi seluruh suara masyarakat Krayan yang menginginkan pemekaran.

Wacana pemekaran Krayan bukan hal yang baru, sejak beberapa beberapa tahun lalu sudah menjadi perbincangan. Namun, baru kali ini tim presidium terbentuk setelah Krayan resmi memiliki lima kecamatam Maret lalu yang menjadi syarat pembentukan DOB.

“Karena tahap proses pemekaran tentu butuh waktu yang sangat panjang. Diskusi berulang kali dilakukan bersama kepala adat dayak untuk mendukung DOB Krayan ini tak pernah terputus. Bicara DOB Krayan bukan hal baru lagi, mungkin saat ini Krayan harus bangkit untuk mengelola daerahnya sendiri,” kata Lewi G. Paru kepada sejumlah media, Selasa (12/7).

Senada dikatakan Kepala Adat Besar Krayan Darat, M. Rining Liang, SH setelah Indonesia merdeka 70 tahun lalu, saatnya Krayan mencoba berdiri sendiri dengan membentuk DOB. Tiap daerah semua dapat mengelola daerahnya sendiri dengan strategi dan manajemen yang baik, masyarakat Krayan pasti dapat hal tersebut.

Dengan adanya tim presidium yang telah dilantik, diharapkan segera bekerja untuk mempersiapkan kebutuhan yang wajib dilengkapi terkait DOB Krayan. Karena atas dukungan kepala adat dayak menunjukkan bahwa keseriusan warga Krayan untuk memekarkan daerahnya. “Semua langkah tim presidium ini harus didukung, karena ini merupakan bagian dari keinginan masyarakat Krayan sendiri,” ujarnya.

Sementara, Ketua Tim Presidium DOB Kabupaten Krayan, Drs. Tommy Harun, M.Si mengatakan, tim presidium ini tak akan dapat bekerja tanpa dukungan dari masyarakay Krayan dan kepala-kepala adat. Karena pemekaran ini harus bersatu, tanpa persatuan dari masyarakat pasti akan sulit terwujud.

Langkah awal yang akan dilakukan tim presidium ini adalah menyerahkan dokumen persyaratan kepada Pemkab Nunukan, selanjutkan melakukan pengakajian kelayakan DOB Kabupaten Krayan. Pembentukan DOB harus didasari hasil pengkajian terlebih dahulu.

“Kami sudah bekerjasama dengan UI (Universitas Indonesia) di Depok untuk melakukan pengkajian DOB Krayan, rencana selama dua bulan ini akan dilakukan pengkajian,” kata Tommy Harun kepada Radar Nunukan kemarin.

Menurutnya, DOB Krayan bukan atas dasar kepentingan pribadi, namun merupakan murni keinginan masyarakat. Karena jika Krayan mekar maka pembangunan Krayan akan cepat dilakukan. Apa lagi letak geografis Krayan yang berbatasan langsung dengan Malaysia. “DOB Krayan murni keinginan masyarakat Krayan, saat ini harus optimis Krayan menjadi kabupaten bisa terealisasi,” kata Tommy sapaan akrabnya. (*/nal/eza)

Sumber: kaltara.prokal.co – Rabu 13 Juli 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s