Manajemen RSUD Perketat Jam Besuk, Ini Alasannya


20160719-rsud-nunukan_2

RSUD Nunukan Kalimantan Utara

Pembesuk kini tidak lagi bebas mengunjungi pasien yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan.

Kepala Seksi Humas dan Kemitraan RSUD Nunukan, Aris Suyono, mengatakan, sesuai dengan Surat Keputusan Direktur RSUD Nunukan, pada siang hari jam besuk dijadwalkan pukul 11.00 – 13.00. Sedangkan jam besuk pada malam hari pukul 17.00 – 20.00.

“Diluar daripada jam besuk tersebut, maka masyarakat atau keluarga pasien tidak diperkenankan untuk mengunjungi pasien,” ujarnya.

Penerapan jadwal besuk secara ketat ini dilakukan pihak RSUD Nunukan dalam rangka Akreditasi 2012.

Namun ditegaskan, pemberlakuan jam besuk ini tidak serta merta. Ada tahapan yang dilakukan misalnya dengan menginformasikan aturan ini kepada masyarakat melalui Pemerintah Kecamatan dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Dia menyebutkan, informasi itu mulai disampaikan Senin (18/7/2016) ini, termasuk kepada keluarga pasien yang sedang dirawat di RSUD Nunukan.

“Kami sosialisasikan secara luas kepada masyarakat. Karena ini untuk kenyamanan pasien. Kedua kalau mau akreditasi harus seperti ini. Dalam waktu dekat akan menerapkan jam besuk bagi pengunjung atau keluarga pasien,” ujarnya.

Pemberlakuan jam besuk sebenarnya bukan baru kali ini dilakukan pihak RSUD Nunukan. Aris mengatakan, aturan itu pernah diberlakukan namun baru dua bulan berjalan sudah mendapatkan protes dari masyarakat.

“Tetapi karena kita mau akreditasi, mau tidak mau aturan itu harus diterapkan,” ujarnya.

Selain mengatur jadwal besuk, pihak RSUD Nunukan juga akan memberlakukan aturan pendampingan pasien. Selama ini, setiap pasien diberikan kesempatan didampingi dua orang. Walaupun kenyataannya, lebih banyak keluarga yang mandampingi pasien rawat inap.

“Karena pasien ini dari luar Pulau Nunukan, jadi kami maklumi juga. Tetapi kalau sudah menerapkan akreditasi ini, mau tidak mau harus dijalankan demi kenyamanan pasien,” katanya.

Untuk akreditasi dimaksud, larangan merokok di lingkungan RSUD Nunukan akan dipertegas.

“Larangan merokok sebenarnya sudah terpasang di setiap sudut rumah sakit. Hanya saja masih kurang kesadaran dari masyarakat. Untuk itu, kami akan lebih mengefektifkan lagi fungsi satpam dalam penertiban aturan dilarang merokok,” ujarnya.

Jika ada keluarga pasien yang tidak menaati aturan, pasien yang sedang rawat inap akan dikeluarkan dari RSUD.

“Karena ini juga akan menganggu pasien lainnya,” katanya. (*) (kaltim.tribunnews 180716)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s