Kejaksaan Akui Kasus Rujab Bupati Nunukan di SP3-kan


20160722-kejari-nunukanKasus rumah jabatan Bupati Kabupaten Nunukan yang diduga dilakukan pembongkaran dan tidak sesuai prosedur ternyata sudah dihentikan atau keluarnya Surat Pemberhentian Penghentikan Penyidikan (SP3) sehingga penyidikan atas kasus itu sudah ditiadakan. Padahal, sebelumnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan menduga adanya penyelewengan dan merugikan negara.
Ternyata, Kejaksaan Negeri Nunukan pada tahun 2013 lalu menganggap kasus itu bukanlah sebuah pelanggaran serius dan tidak ditemukan adanya kerugian negara. Padahal, sangat ironis sekali saat rumah jabatan yang masih tegap berdiri kokoh lalu dirobohkan hanya untuk alasan direnovasi dan belakangan malah dibikin ulang, dengan bangunan permanan menjadi sebuah “Guest House” atau rumah peristirahatan untuk tamu-tamu Pemda Bupati yang datang ke Nunukan.
Jika tujuan Pemkab Nunukan hanya untuk membangun “Guest House” setidaknya bisa membangun di lahan aset milik Pemkab Nunukan di lokasi berbeda. Namun, pada kenyataannya malah rumah jabatan Bupati dibongkar dan di bangun sebuah Guest House.
Saat Redaksi Newstara.com mencoba mengkonfirmasi kebijakan penghentian penyidikan kasus Rumah Jabatan (Rujab) tersebut kepada Kejaksaan negeri Nunukan, justru melalui juru bicaranya yakni Kasi Intelejen Ari Prasetya Panca Admaja membenarkan penutupan kasus rumah jabatan Bupati Nunukan.
“Betul mas, kasus itu sudah di hehentikan selama 3 tahun belakangan ini, ini setelah adanya SP3 karena hasil penyelidikan yang lama pada tahun 2013 itu tidak ada di temukan kerugian negara, karena itu sudah sesuai dengan penyidikan dan pemeriksaan pada saat itu,” tutur Ari Panca kepada Newstara.com pada Rabu, (20/07/2016) di Kantornya.
Ari mengatakan, pemeriksaannya sudah dilakukan sesuai prosedur dan benar. Bahkan, dirinya menilai jika masyarakat ingin membuka kembali kasus tersebut maka dipersilahkan memberikan bukti-bukti yang baru dan lebih kuat dari sebelumnya.
“Kami bisa menyelidiki kembali, namun dengan bukti baru, kami ingin buktikan kepada masyarakat bahwa hukum di Nunukan tetap harus adil, kami mempersilahkan masyarakat untuk memberikan bukti baru dan jangan khawatir kami menjamin kerahasiaan, dan jangan hanya jago di media sosial saja,” ujarnya.
Sumber: newstara.com – Rabu 20 Juli 2016
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s