Polres Nunukan Tangkap Sindikat Internasional Bawa Shabu 6 Kg Seharga Rp 10 Miliar


polres-nunukan-tangkap-sabu2-6 kg

Konferensi Pers Kapolres Nunukan AKBP Royce Pasma atas penangkapan kurir dari sindikat narkoba Internasional Pembawa Shabu 6 Kg Seharga Rp 10 Miliar pada Senin, (18/01/2016) di Polres Nunukan.

Peredaran Narkoba jenis Shabu shabu di Kabupaten Nunukan terus terungkap oleh aparat Kepolisian. Bahkan, dalam waktu sebulan Polres Nunukan berhasil mengumpulkan barang bukti shabu seberat 6 Kilogram (Kg) dan 72 gram serta 7 orang tersangka yang dijaring pada bulan puasa dan lebaran. Polres Nunukan merilis dari barang bukti shabu tersebut diprediksi seharga Rp 10 miliar yang di tangkap oleh satuan Narkoba Polres Nunukan.

“Dalam bulan Juni ke Juli kami menangkap narkoba yang berasal dari Malaysia melintas ke Indonesia melalui Nunukan, modus pengirimannya melalui dalam kelapa, susu milo, kardus dan ada seorang ibu memasukkan
kedalam celana dalam dan BH, semua kita tangkap atas laporan masyarakat,” tutur Kapolres Nunukan AKBP Royce Pasma dihadapan wartawan pada Senin siang, (18/07/2016) di Kantor Polres Nunukan.
Roy menyebutkan terkadang pihaknya kesulitan saat menangkap pelaku penyeludupan Narkoba di perbatasan Nunukan karena kurangnya personil dan sarana prasarana penunjang. Namun, Polres Nunukan tetap mampu mencetak prestasi walaupun diakui masih cukup banyak narkoba yang masuk melalui jalur tersebut.
“Banyak yang masuk tetapi Polres Nunukan minimal bisa meredam maraknya shabu yang melintas jalur perbatasan ini, ini jalur surga bagi pengedar dan kami akan ubah jalur sutra shabu menjadi jalur neraka bagi para kurir Narkoba ini,” ujarnya.
Pihaknya hingga kini akan terus mengembangkan kasus penyelundupan Narkoba tersebut hingga ke akar-akarnya. Bahkan, menargetkan akan menjaring bandar besar yang diduga sebagai penyokong dana dan menjalankan sindikat narkoba Internasional.
“Nama-nama bandar besar ini sudah ada sama intelkam kami, kami juga berharap adanya kerjasama dari masyarakat agar memberikan informasi dan dan menolak menggunakan narkoba, jika membutuhkan bantuan kami dari Polres Nunukan akan membuka pengaduan masyarakat terlibat kurir atau pemakai di lingkungan warga,” tutur Royce Pasma.
Polres Nunukan dalam kinerjanya siap melaksanakan visi misi yang diberikan oleh Kapolri Tito Karnavian. Menurut Kapolres Royce Pasma, visi misi Polri akan di terapkan di jajaran Polres Kabupaten Nunukan.
“Kami siap melaksanakan tugas tersebut dan menjalankan dalam keadaan terbatas,” Ujar Royce Pasma.
Konferensi pers tersebut juga digelar teleconference bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan menjabarkan soal visi misi Polri dalam penegakkan hukum di Indonesia yakni dengan mewujudkan strategi 8-11-10, yakni 8 misi, 11 program, dan 10 komitmen. Dan beberapa program prioritas pemantapan serta komitmen bersama.
Dimana dalam program tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan dalam tiga tahap waktu, yakni pada tahap I berada dalam 100 hari kerja pertama dan pada tahap II pada bulan November 2016 hingga bulan Desember 2019, lalu pada tahap III pada bulan Januari 2020 hingga bulan Desember 2021.
Namun, sayangnya Polres Nunukan saat ini masih kekurangan anggota personil Kepolisian sekitar 500 orang dalam menunjang kinerja dan mengungkap gembong-gembong narkoba di perbatasan.
Sumber: newstara.com – Senin 18 Juli 2016
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s