Diduga Korupsi Pasar Induk, Pejabat Nunukan Ditahan


Kerugian Negara Capai Rp 13,7 Miliar

pejabat-nunukan-ditahan

KASUS NUNUKAN: Tersangka I Putu Budiarta (tengah) pasrah dibawa ke rutan untuk menjalani penahanan.

SAMARINDA – Lama tidak terdengar kasusnya, tiba-tiba Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim menahan I Putu Budiarta. Pria itu salah seorang tersangka pada kasus pembangunan Pasar Induk Nunukan. Dia sebagai pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK).

Posisi perkara tersebut, proyek diduga kuat tidak dikerjakan sesuai perencanaan (spesifikasi). Terdapat beberapa titik yang seharusnya dipasang tiang pancang, tapi tidak dilakukan pelaksana proyek.

Padahal, lokasi Pasar Induk di Jalan Delima, Nunukan Timur, sebelumnya merupakan lahan tambak. Akibatnya, bangunan itu rusak berat sebelum difungsikan. Dinding dan lantai retak. Fondasi juga menurun sehingga bangunan terlihat miring.

Jadi, proyek APBD Nunukan dengan sistem multiyears 2006–2009 senilai Rp 13,7 miliar itu dianggap total loss (kerugian sejumlah nilai proyek). Karut-marut pembangunan pasar induk tersebut kerap menjadi buah bibir masyarakat Nunukan yang akhirnya diusut kejaksaan.

Awalnya, yang menangani adalah Kejari Nunukan, kemudian diambil alih Kejati Kaltim karena dinilainya besar dan menarik perhatian publik. Akhirnya, lewat surat Nomor Print-03/q.4/Fd.1/03/2014, menetapkan mantan Kadis PU Nunukan Khotaman sebagai tersangka.

Dua tersangka lainnya yakni I Putu Budiarta dengan surat Nomor  Print-02/Q.4/Fd.1/03/2014, dan surat Nomor Print- 01/Q.4/Fd.1/03/2014 atas nama tersangka Haji Bato selaku kontraktor.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kaltim, Tatang Agus Volleyantoro, melalui Kasi Penyidikan Ahmad Yusuf Ibrahim mengatakan, baru satu orang ditahan dalam kasus proyek bermasalah itu. Yang lain, proses masih jalan.

Dia menjelaskan, dana yang sudah dikucurkan Rp 13,7 miliar. Kala itu, lelang dimenangkan CV Amalia. Diduga, proyek itu dikerjakan pihak ketiga. Kenyataannya, bangunan dikerjakan tidak sesuai spesifikasi.

“Konstruksinya turun. Menurut ahli yang meneliti bangunan tersebut, gedung itu disebut bangunan gagal. Pekerjaan ini total loss,” tegas Yusuf.

Kejati tak begitu kesusahan untuk menahan Budiarta. Sebab, dia menyerahkan diri ke Kejati Kaltim, kemarin (20/7) siang. Setelah diperiksa beberapa jam, Budiarta yang didampingi pengacara Yosef K Sabon lantas dibawa ke Rutan Sempaja untuk ditahan. Tidak ada komentar dari pihak tersangka.*

Sumber: kaltim.prokal.co – 21 Juli 2016

Iklan

Satu pemikiran pada “Diduga Korupsi Pasar Induk, Pejabat Nunukan Ditahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s