Merasa Tertipu Penjual Kacamata Laser, Puluhan Guru di Nunukan Lapor Polisi


guru-lapor-polisi

Salah satu guru perwakilan dari SMK di Nunukan melaporkan komplotan Dr Budi Susanto sebagai pelaku penipuan penjualan kacamata laser. Disinyalir puluhan guru menadi korban penjualan kacamata laser karena dalam penjualanya dr Budi Susanto menawarkan harga murah untulk para guru.

Belasan guru di salah satu SMK di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, melaporkan penipuan yang dilakukan komplotan dr BS yang menjual kaca mata laser yang bisa mengobati mata minus, mata plus dan mata katarak.

Dari pengakuan para korban, ternyata puluhan guru lain di sejumlah SD, SMP dan SMA juga menjadi korban penipuan kompotan dr BS yang berjumlah 4 orang.

“Pertama harganya 3,7 juta rupiah kemudian turun 2,7 juta rupiah karena mengaku kerja sama dengan BPJS. Tapi kalau belinya kolektif bisa 2,5 juta rupiah. Korbannya banyak dari sekolah lain karena belinya kolektif,” ujar Izriansyah, salah satu guru SMK yang menjadi korban, Jumat (9/9/2016).

Izriansyah menambahkan, tidak banyak perubahan yang dirasakannya saat menggunakan kaca mata laser tersebut. Dia hanya mengaku sekeliling matanya seperti dipijat saat mengenakan kacamata tersebut.

Saat dia menanyakan spesifikasi kacamata serupa dengan yang ada di televisi, dr BS mengaku bahwa produk yang mereka jual bergaransi karena di bawah pengawasan pemerintah.

“Katanya yang di TV itu swata, sementara mereka punya dijamin oleh pemerintah,” imbuhnya.

Para guru SMK di Nunukan ini berbondong-bondong melaporkan dugaan penipuan oleh dr BS setelah mengetahui di media online bahwa komplotan penjual kacamata terapi laser tersebut dilaporkan oleh salah satu rumah sakit dan klinik di Yogyakarta karena mencatut nama mereka tanpa izin. Belasan guru tersebut berharap uang mereka dikembalikan.

“Kita bacanya di media sosial kalau rumah sakit Dr YAP melaporkan si dokter ini. Ada juga klinik mata yang melapor, kita lupa namanya. Kita minta uangnya dikembalikan. Kita juga takut pakai kacamatanya. Takut ada efek sampingnya,” sambung Izriansyah.

Hingga Jumat siang, kepolisian Resor Nunukan telah memeriksa 4 pelaku. Salah satunya adalah istri dr Budi Susanto yang terlihat datang membawa koper dan barang bawaan lainnya dengan dilkawal personel kepolisian.

Tak lama setelah diperiksa di ruang Satreskrim, perempuan muda yang terlihat hamil itu digelandang masuk ke dalam sel.

Kasat Reskrim Polres Nunukan enggan menjelaskan penangkapan sindikat penipuan penjualan kacamata laser tersebut.

“Nanti aja dijelaskan langsung oleh Kapolres,” ujarnya singkat.

Sumber: regional.kompas.com – Jumat 9 September 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s