Perkenalkan Nunukan Melalui Fotografi


20161111-mutiq-hasan-nasirDengan mengabadikan atau merekam suatu keindahan tempat, momen ataupun cerita, bumi Penekindi Debaya-sebutan Kabupaten Nunukan dapat dikenal semua orang. Dengan cara inilah Mutiq Hasan Nasir atau biasa disapa Mutiq ini memperkenalkan daerah kelahirannya dengan karya yang sudah menasional.

“Melalui foto, kita bisa mempromosikan daerah. Nunukan itu seperti apa? Dengan foto, kita bisa memberikan gambaran,” kata Mutiq Hasan Nasir, Penguji Lembaga Sertifikasi Kompetensi Fotografi Indonesia (Leskofi) asal Nunukan, bahkan Kalimantan Utara (Kaltara).

Berkecimpung dalam bidang fotografi dengan tujuan memperkenalkan daerah kelahirannya, membuat dirinya mengambil keputusan untuk memperdalam bidang fotografi. Itu dibuktikannya dengan tidak hanya menjadi fotografer, tapi berhasil mencapai tingkat penguji seorang fotografer. Iya, Mutiq merupakan fotografer profesional yang mampu meraih sejuta prestasi dan melahirkan berbagai karya.

Peringatan Hari Pahlawan (Harwan) yang diperingati hari ini, menjadi acuannya untuk terus berkarya. Menurutnya, pahlawan masa kini khususnya dalam bidang fotografi adalah terus membangun komunikasi serta mampu membuktikan jika daerah perbatasan juga memiliki banyak potensi. Komunikasi yang baik bisa menghilangkan anggapan orang banyak jika berkarya di perbatasan tidak pernah terbatas.

“Tampilkan dan perlihatkan karya kita, kita juga pastinya mampu bersaing, supaya tidak dipandang sebelah mata,” tutur pria kelahiran Nunukan itu.

Dirinya berharap ada perjuangan putra daerah yang berani dan mampu menampilkan karyanya ke luar daerah. Dengan bisa berbuat sesuatu yang baik dan positif, ia optimis perjuangan pahlawan fotografi bisa tercapai. Tak hanya di bidang fotografi, tapi di bidang lainnya dan dapat menjadi pahlawan bagi daerahnya, khususnya Kabupaten Nunukan.

“Kalau kita seorang fotografer, apa yang harus kita tuangkan dalam bidang kita, lakukan yang terbaik dan begitu yang lainnya. Berpikirlah untuk bisa menjadi pelengkap atau orang yang bisa memberitahukan orang banyak, bahwa inilah Nunukan,” tegas Mutiq.

Tak lupa dirinya pun berbagi cerita awal mula ketertarikan menjadi fotografer. Menjalani perguruan tinggi di Malang, membuat dirinya menjadi penikmat di fotografi. Berawal dari hobi, ia tidak menyangka saat ini dirinya sudah menjadi sesuatu yang tak terbayangkan.

Mendapatkan email dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengikuti pelatihan menjadi penguji bersertifikat, ia memberanikan diri mengikuti dan menjalani prosedur pelatihan. Hingga akhirnya ia pun dinyatakan lulus berdasarkan Surat Keputusan (SK) Leskofi.

“Atas komunikasi yang baik, teman saya baik di daerah maupun dari luar banyak yang merekomenadikan saya mengikuti pelatihan. Allhamdulillah, saya satu-satunya penguji yang lulus dari daerah. Hal ini membuktikan dengan memperjuangkan kerja keras, kita bisa menjadi pahlawan,” pungkas Mutiq. (kaltara.prokal.co 10112016)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s