Khotaman dan Putu Ditahan, BKDD Tunggu Kejaksaan


20161113-ilustrasi-korupsiBadan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kabupaten Nunukan masih menunggu penjelasan Kejaksaan Negeri Nunukan terkait status hukum mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan, Khotaman dan staf Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan, I Putu Budiarta.

Keduanya dijadikan tersangka dan ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur terkait korupsi pembangunan gedung pasar induk di Kecamatan Nunukan.

“Selama BKDD belum menerima jawaban atas kepastian hukum bagi Khotaman dan Putu, status ASN masih melekat. Kami menunggu pemberitahuan Kejari Nunukan,” kata Kepala BKDD Kabupaten Nunukan, Syafaruddin.

Dia mengatakan, setelah surat yang dilayangkan dijawab Kejaksaan Negeri Nunukan, pihaknya segera menggelar rapat untuk menentukan langkah yang harus diambil terhadap keduanya.

Syafaruddin mengatakan, untuk pemberhentian Khotaman dan Putu dari aparatur sipil negeri (ASN) harus melalui beberapa pertimbangan dari Tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang diketuai Sekretaris Kabupaten Nunukan, Tommy Harun.

“Jadi prosesnya tidak instan,” ujarnya.

Dia mengatakan, jika dalam waktu dekat Kejaksaan Negeri Nunukan mengirimkan jawaban atas surat pertanyaan BKDD Kabupaten Nunukan, bukan tidak mungkin Khotaman segera diberhentikan sementara.

“Jadi ada pemotongan gaji sebesar 25 persen dengan dasar Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Kalau hukumannya sudah ada, maka dia akan diberhentikan dari status PNS-nya dulu,” katanya.

Khotaman saat ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nunukan. Saat ini ia menjadi staf fungsional umum di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Nunukan.

Hingga kini, kata dia, ada sejumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan yang tersandung kasus korupsi.

“Sekitar lima orang. Yang tiga masih di dalam, yang dua keluar sudah. Statusnya ini yang masih harus dirapatkan,” katanya.

Penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur sejak Maret 2014 telah menetapkan Khotaman sebagai tersangka, terkait jabatannya sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan saat pekerjaan itu berjalan.

Selain itu, penyidik menetapkan I Putu Budiarta sebagai tersangka terkait kapasitasnya sebagai pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK).  Dalam kasus itu, penyidik juga menetapkan Haji Bato, kontraktor pelaksana proyek tersebut sebagai tersangka kegiatan senilai Rp 13,7 miliar, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nunukan 2006-2009. Namun belakangan, hanya Putu dan Khotaman yang kasusnya dilimpahkan ke pengadilan.

Jaksa menilai terjadi korupsi pada proyek pembangunan gedung pasar induk karena diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dalam perencanaan. Hasil pengumpulan data dan investigasi tim penyidik menyebutkan, gedung pasar induk tersebut kini tidak dapat difungsikan.

Dicontohkan, fakta di lapangan seperti tiang pancang bangunan pasar induk tidak sesuai dengan spesifikasi. Sehingga fisik bangunan pasar induk tidak berdiri kokoh. (kaltim.tribunnews 11112016)

Empat Kali Mangkir, Jaksa Jemput Paksa Mantan Kadis PU

20161113-khotaman

Khotaman (paling kiri) saat meninjau lokasi abrasi pantai di Pulau Sebatik.

Jaksa menjemput paksa mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan, Khotaman setelah empat kali mangkir dari pemanggilan pemeriksaan penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur.

Tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung pasar induk di Kecamatan Nunukan itu dijemput jaksa Kejaksaan Negeri Nunukan untuk diserahkan kepada penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur yang menangani kasus tersebut.

“Sudah dijemput kemarin. Dijemput di rumahnya,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Nunukan I Made Sudiatmika, Kamis (10/11/2016).

Made mengatakan, begitu dijemput di rumahnya, Khotaman langsung diberangkatkan menumpang speedboat Sadewa menuju Kota Tarakan.

“Dalam perjalanan dikawal Kasi Intel Kejari Nunukan Ari Prasetya SH dan Kasi Datun B Widianto SH,” ujarnya.

Setibanya di Tarakan, perjalanan dilanjutkan dengan pesawat menuju Kota Balikpapan. Dari Balikpapan, ketiganya menumpang angkutan darat menuju ke Samarinda. “Sampai di Kejati pukul 16.00,” ujarnya.

Setibanya di Samarinda, Khotaman langsung dibawa ke ruang pemeriksaan penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan TImur.

Made mengatakan, Khotaman sejak kemarin telah menjadi tahanan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur berdasarkan surat perintah penahanan yang ditandatangani Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur.

Khotaman ditahan di Rumah Tahanan Klas II A Sempaja Samarinda. Dalam kasus itu penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur telah menahan I Putu Budiarta pada Kamis (20/7/2016) lalu.

Penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur sejak Maret 2014 telah menetapkan Khotaman sebagai tersangka, terkait jabatannya sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan saat pekerjaan itu berjalan.

Selain itu, penyidik menetapkan I Putu Budiarta sebagai tersangka terkait kapasitasnya sebagai pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK).

Dalam kasus itu, penyidik juga menetapkan Haji Bato, kontraktor pelaksana proyek tersebut sebagai tersangka kegiatan senilai Rp 13,7 miliar, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nunukan 2006-2009.

Namun belakangan, hanya Putu dan Khotaman yang kasusnya dilimpahkan ke pengadilan.

Jaksa menilai terjadi korupsi pada proyek pembangunan gedung pasar induk karena diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dalam perencanaan.

Hasil pengumpulan data dan investigasi tim penyidik menyebutkan, gedung pasar induk tersebut kini tidak dapat difungsikan.

Dicontohkan, fakta di lapangan seperti tiang pancang bangunan pasar induk tidak sesuai dengan spesifikasi. Sehingga fisik bangunan pasar induk tidak berdiri kokoh. (kaltim.tribunnews 10112016)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s