Tertangkap Bawa Sabu, Ermi Berkelit Hanya Jualan Sayur


20161117-sabu-sabuHajjah Ermi alias Kakak Haji binti Sarifuddin (44) bersikukuh hanyalah penjual sayur mayur. Meskipun darinya polisi menemukan sabu-sabu hasil penggeledahan yang dilakukan di sebuah warung makan di Jalan TVRI, Kelurahan Nunukan Timur, Selasa (15/11/2016).

Sabu sabu tersebut diperoleh di sebuah kantong plastik berwarna hitam, yang saat itu diletakkan di atas meja makan.

“Saya menjual sayur karena punya utang Rp 500 ribu sama orang,” katanya, Rabu (16/11/2016).

Warga Jalan Tien Soeharto, Kelurahan Nunukan Timur ini mengaku terkejut saat didatangi polisi. Diapun mengaku tidak tahu menahu dengan paket sabu sabu seberat 44,72 gram tersebut.

Karena yakin sabu-sabu tersebut bukanlah miliknya, Ermi bahkan menolak saat petugas hendak membawanya ke kantor polisi. Polisi hendak memintai keterangan darinya mengenai asal muasal barang haram tersebut.

Kapolres Nunukan AKBP Pasma Royce mengatakan, tersangka sudah lama menjadi target kepolisian.

“Dia ini pemain lama. Dia jual sabu sabu dalam paket besar. Kalau ada pesanan dia selalu menyediakan,”ujarnya.

Penangkapan tersangka ini dilakukan dengan metode undercover buy. Cara ini dinilai cukup efektif untuk mengungkap peredaran narkotika di Nunukan.

“Dengan mengamati, mempelajari sistem para pemain sabu beraksi, polisi bisa menangkap pelaku sekaligus barang bukti dan membuat mereka tak berkutik atau berkelit,” ujarnya.

Selain mengamankan Ermi, personel Satuan Reserse Narkoba Polres Nunukan juga mengamankan Supriadi alias Supri (23) dalam kasus yang lain.

Pria yang berperan sebagai kurir tersebut diamankan di Dermaga Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, Jumat (11/11/2016).

Supri tertangkap tangan membawa 250 gram sabu sabu yang disembunyikannya dalam kaleng mentega.

“Modusnya lima bungkus sabu sabu dimasukkan dalam kaleng besar menyerupai ember mentega merk Daisy Marjerin asal Malaysia berwarna kuning,” kata Kapolres.

Sabu sabu asal Malaysia ini merupakan pesanan Keling, warga Jalan Flamboyan, Gang Dewaruci II Nomor 45 B, Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan.

Sejauh ini Polisi masih mendalami keterlibatan Supri dalam jaringan Keling.

“Termasuk sistem pembagian dari hasil penjualan dan cara Keling memasarkan sekaligus mengendalikan narkoba dari balik penjara,” ujarnya. (kaltim.tribunnews. 16112016)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s