Posko Tim Pencarian Kru Heli Bell Dibubarkan


BREAKING NEWS — Posko Tim Pencarian Kru Heli Bell Dibubarkan

20161130-tim-evakuasi-tiba-di-malinau

Tim evakuasi briefing sebelum berangkat ke lokasi pencarian helikopter jenis Bell 412-EP milik TNI dengan nomor register HA-5166 yang hilang, Sabtu (26/11/2016).

Rabu, 30 November 2016 10:22

Posko tim pencarian kru Heli Bell 412 yang dipusatkan di Makolanud Tarakan akhirnya dibubarkan.

Hal ini diungkapkan Danlanud Tarakan Kolonel Penerbang Umar Fatuhrohmaan, Rabu (30/11/2016) usai upacara Apel Nusantara Bersatu di Stadion Datu Adil, Rabu (30/11/2016).

Umar mengungkapkan, usai tiga jenazah kru diberangkatkan ke daerah asal masing-masing, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Johny L Tobing langsung membubarkan tim pencarian.

“Kemarin sudah dibubarkan Pangdam dan semua tim yang terlibat termasuk Basarnas sudah kembali,” ucapnya.

Umar mengaku, untuk pencarian Lettu Cpn Yohanes diserahkan ke wilayah.

“Pencarian Yohanes diserahkan kewilayahan dan diduga masih hidup,” katanya. (kaltim.tribunnews.com)

 

Mabes TNI AD: Tiga Korban Helikopter Segera Dimakamkan, Satu Masih Dicari

Senin, 28 November 2016 17:50

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Sabrar Fadhilah mengatakan, pihaknya berhasil mengevakuasi tiga korban Helikopter Bell 412 milik TNI AD.

Helikopter tersebut jatuh di kawasan Desa Long Sulit, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Diketahui, heli dengan nomor registrasi HA-5166 itu hilang kontak dan jatuh di pegunungan yang berjarak sekitar lima kilometer dari desa tersebut, Kamis (24/11/2016).

“Pada tanggal 28 November 2016 pukul 13.00 WITA, tiga korban gugur atas nama Lettu Cpn Ginas Sasmita Aji, Sertu Bayu Sadeli Putra dan Praka Suyanto,” kata Sabrar lewat pesan singkat kepada wartawan.

Menurutnya, tim SAR sudah mengevakuasi korban ke RSAL Tarakan untuk dilakukan prosedur medis.

“Selanjutnya direncanakan sekitar pukul 17.00 WITA akan dibawa ke Lanud Tarakan untuk disemayamkan. Sementara satu korban atas nama Lettu Yohanes Syahputra masih dalam proses pencarian,” katanya.

Sabrar menjelaskan, Selasa (29/11/2016), ketiga korban gugur akan diterbangkan ke daerah asal masing-masing.

Almarhum Lettu Ginas Sasmita Aji ke Yogjakarta, almarhum Sertu Bayu Sadeli Putra ke Dumai, dan almarhum Praka Suyanto ke Madiun. (kaltim.tribunnews.com)

Penulis: Wahyu Aji

 

Bertahan Hidup, Lettu Abdi Darnain Tidak Makan dan Minum selama 75 Jam

20161130-irianto-lambrie-jenguk-abdi-darnain

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie (kanan) menjenguk Lettu Abdi Darnain di ruang perawatan Pulau Derawan di Rumkital Ilyas Tarakan, Senin (28/11/2016).

Senin, 28 November 2016 13:20

TARAKAN – Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menjenguk Lettu Abdi Darnain, korban selamat Heli Bell 412, yang jatuh di Desa Long Sulit, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, Senin (28/11/2016) pukul 10.00 Wita di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (Rumkital) Ilyas Tarakan.

Selama 20 menit berada di Rumkital, Irianto langsung menemui sejumlah wartawan.

Orang nomor satu di Kaltara ini mengucapkan syukur, kondisi Abdi telah sadar di ruang perawatan Pulau Derawan, meski tubuhnya masih lemah.

Apalagi kaki kirinya mengalami patah.

“Tadi saya sempat ngobrol sama Abdi dan Alhamdulillah sudah bisa bicara dan kakinya juga sudah dioperasi. Saya tadi hanya bicara yang ringan-ringan saja tentang keluarganya. Saya tidak bertanya tentang bagaimana kejadiannya, karena kondisinya masih lemah,” ujarnya.

Irianto mengungkapkan, saat ia menjenguk Abdi di ruangan, ia didampingi Kepala Rumkital Ilyas Tarakan dr Pudjo.

Berdasarkan penjelasan dr Pudjo, kondisi Abdi masih lemah, lantaran selama 75 jam tidak makan dan minum.

“Karena selama 75 jam tidak makan dan minum, jadi Abdi ini mengalami dehidrasi berat. Kalau kayak kita ini sudah tidak sanggup. Namun karena Abdi ini seorang tentara yang telah terlatih,  jadi bisa bertahan. Apalagi pada saat ditemukan Abdi dalam keadaan pingsan. Jadi tidak ingat kejadian itu,” ujarnya. (kaltim.tribunnews.com)

 

Doa Ibu untuk Anak yang Berbakti, Pilot Abdi Darnain Selamat di antara Puing Helikopter

20161130-lettu-cpn-abdi-damain

Lettu Cpn Abdi Darnain ditemukan dalam kondisi hidup meski terluka. Abdi dievakuasi menggunakan heli TNI AU Super Puma Jenis NAS 332, sekitar 16.22 Wita.

Senin, 28 November 2016 11:43

BALIKPAPAN – Satu orang awak Heli Bell 412 EP dengan nomor registrasi HA-5166 milik TNI AD yang hilang kontak di wilayah Kalimantan Utara, Kamis (24/11/2016) lalu, ditemukan dalam kondisi hidup.

Awak yang selamat ini adalah Lettu CPN Abdi Darnain.

Kabar ini pertama kali disampaikan TNI AL melalui rilis yang menyebar di grup jurnalis Kalimantan dan dikutip tribunkaltim.com, Minggu (27/11/2016) petang.

Disebutkan, tim SAR yang terdiri dari tujuh anggota Paskhasau dan seorang anggota Basarnas berhasil turun ke lokasi jatuhnya heli di jurang Long Sulit, Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Di antara puing-puing helikopter, Abdi Darnain ditemukan masih bernyawa.

Lelaki asal Medan, Sumut, ini mengalami patah pada kaki kanan, luka pelipis, luka lecet pada tangan dan badan serta kaki. Dia juga mengalami dehidrasi.

Sedangkan empat awak lainnya, yakni Yohanes Saputra (Penerbang I), Ginas Sasmita (Penerbang (II), Bayu Sadeli (Mekanik), dan Suyanto (Mekanik), belum diketahui secara pasti nasibnya.

Dalam konferensi pers TNI AD di Jakarta, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI MS Fadhilah, mengatakan korban lain masih dalam pencarian.

“Situasi dan kondisi di lokasi jatuhnya heli yang sulit, ditambah cuaca yang selalu berubah menghambat proses pencarian korban,” ujarnya.

Evakuasi korban selamat dilakukan menggunakan NAS 332 Super Puma TNI AU menuju pusat kota Malinau pukul 16.25 Wita. Selanjutnya korban diterbangkan ke Tarakan pada pukul 17.20 Wita menggunakan Casa AL U 622.

Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Johny OL Tobing turut serta dalam heli yang diterbangkan Mayor Pnb Mulyo bersama tujuh kru.

Lettu Abdi Darnain saat ini dirawat di ruang IGD Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (Rumkital) Tarakan. Setelah mendapatkan penanganan medis, kondisinya berangsur membaik.

“Abangnya Abdi, ibu, serta istrinya sudah terbang ke Jakarta. Mungkin akan menyusul ke Tarakan. Bagi kami, kabar ini merupakan mukjizat,” kata Ridawati Tarigan, kakak ipar Abdi, pada Tribun di Medan, Minggu malam. Abdi lahir 25 Juni 1987. Dia alumnus SMA Negeri 3 Medan.

Rida menyebut, sesungguhnya keluarga sudah memasrahkan nasib Abdi Damain.

Helikopter yang membawa TNI jenis Bell ini hilang dalam tugas pengiriman logistik dari Bandara Juwata, Tarakan, menuju Long Bawan, Kecamatan Krayan, di Nunukan.

Setelah hilang kontak selama dua hari, tim SAR mendapatkan koordinat sinyal darurat pada titik 3 derajat 48 menit 54 detik Lintang Utara dan 116 derajat 3 menit 3,6 detik Bujur Timur.

Lokasi ini merupakan hutan lebat, jauh dari pemukiman, terdapat gunung dan lembah dengan kemiringan ekstrem, dan tidak jauh dari perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Titik keberadaan helikopter diyakini berada pada 176,33 km dari Bandara Juwata di Tarakan dan 40 km dari Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan.

“Musibah kecelakaan pesawat, atau helikopter, sangat jarang ada yang selamat. Apalagi ini sudah memasuki hari keempat. Kami hanya bisa berdoa dan berharap kuasa Allah. Dan Alhamdulillah, doa kami sekeluarga, juga doa orang-orang yang sayang dan peduli pada adik kami, dikabulkan,” ujar Rida.

Bakti pada Ibu
Rida bercerita, Abdi merupakan anak yang berbakti pada keluarga dan orangtua.

“Allah Maha Besar. Ini, sekali lagi, mukjizat. Pertanda kebesaran Allah. Tapi barangkali Abdi selamat karena sikapnya selama ini. Dia anak yang baik. Sangat sayang pada ibu kami,” ucapnya.

Satu bulan lalu, papar Rida, ibu Abdi jatuh sakit dan sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bunda Thamrin, Medan. Saat itu, Abdi sedang pendidikan untuk kenaikan pangkat.

“Sebenarnya dia tidak boleh pulang. Tidak boleh cuti. Tapi dia ngotot pulang. Dia bilang, tidak naik pangkat tidak apa-apa asal bisa merawat ibu. Akhirnya dia diizinkan pulang ke Medan,” sebut Rida.

Abdi Damain merawat ibunya sampai sembuh. Nyaris 24 jam dia berada di rumah sakit.

“Pendeknya semua keperluan ibu dia yang urus. Bahkan sampai urusan memandikan ibu, mengganti baju, sampai membersihkan kotorannya, Abdi yang melakukan. Setiap hari di rumah sakit dia mengaji dan berdoa untuk kesembuhan ibu. Setelah ibu membaik dan keluar dari rumah sakit, dia baru pulang ke Kalimantan,” kata Rida.

Tatkala mendengar helikopter yang membawa Abdi Damain kecelakaan dan hilang di hutan Kalimantan, keluarganya di Medan, syok.

“Ibu menangis dan tidak putus-putus berdoa. Barangkali doa ini didengar Allah. Doa ibu untuk anak yang saleh dan berbakti,” ujar Rida.

Lettu CPN Abdi Damain memiliki seorang istri bernama Nina Zahrina dan anak yang baru berusia tujuh bulan.

Sehari sebelum helikopter hilang kontak, Nina, menulis kalimat “Menunggumu cintaa #efekrinduuabi” di dinding akun Facebook, miliknya.

Nina bekerja sebagai guru di Aceh. (kaltim.tribunnews.com)

Berita terkait:

Berita Duka, Seluruh Penumpang Helikopter yang Hilang Kontak Tidak Ada yang Selamat

Libatkan Tim SAR, TNI Masih Cari Heli yang Hilang Kontak di Kaltara

Helikopter TNI AD Hilang Kontak di Malinau, Kalimantan Utara

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s