Kapal Mogok, Penumpang dari Tawau Keluhkan Tarif Melambung


20161206-kapal-rute-tawau

Kapal-kapal penumpang rute Nunukan- Tawau, Malaysia, Selasa (6/12/2016) bertambat di Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan

Penumpang asal Tawau, Negara Bagian Sabah, mengeluhkan besarnya biaya yang harus mereka keluarkan menyusul kebijakan pengelola pelabuhan yang menaikkan tarif biaya tambat kapal di Tawau, dari semula RM 5 menjadi RM 30 atau sekitar Rp114.000 dengan kurs Rp 3.800 per RM1.

Muin, salah seorang penumpang, mengatakan, karena adanya pungutan dimaksud, dia harus mengeluarkan biaya lebih RM 100.

“Ini kami bisa bayar lebih seratus ringgit plus tiket,” katanya menjelaskan tarif yang efektif berlaku, Senin (5/12/2016)..

Beban biaya bertambah karena dia juga harus membayar tarif barang yang besarnya RM 1.30 atau sekitar Rp 4.000 untuk setiap kilogram barang.

“Bisa dihitung kalau barang kita puluhan kilogram. Belum lagi mereka tidak mau bertanggung jawab kalau ada barang tercecer,” ujarnya, Selasa (6/12/2016).

Sutta, penumpang lainnya, juga kesal karena pembayaran tarif barang ternyata tidak sesuai dengan yang tertera pada karcis. Dia pun mempertanyakan kepada petugas di pelabuhan Tawau.

“Tulisannya RM 26. Saya diminta bayar RM 40,” ujarnya.

Bedu, penumpang lainnya, merasa kebijakan pihak pengelola pelabuhan di Malaysia sebagai keputusan yang konyol.

“Di negara lain mana ada begini,” katanya.

Kenaikan tarif ini pun direspon para pemilik kapal. Mulai Selasa, mereka mogok berangkat ke Tawau.

Ada enam speedboat asal Kabupaten Nunukan yang melayani rute Nunukan-Tawau.

Masing-masing MV Nunukan Ekspres, MV Francis Ekspress, MV Malindo Ekspress, MV Mid Ekspres, MV Labuan Expres, dan Purnama Ekspres.

Kepala Kantor Kesyahbandar dan Otorita Pelabuhan (KSOP) Nunukan Agus Subagyo menilai, kebijakan pengelola pelabuhan di Tawau menaikkan tarif yang pemberitahuannya disampaikan sejak 15 November lalu, jelas merupakan keputusan sepihak.

Tak hanya saat tiba, tarif tambat RM 30 perorang itu juga diberlakukan saat kapal akan berangkat dari pelabuhan.

Dia pun menilai kebijakan tersebut dikeluarkan pihak swasta pengelola pelabuhan tanpa campur tangan pemerintah setempat.

“Itulah kenapa mereka tidak membuat agreement karena itu sudah menyalahi aturan. Selalu lisan antara mereka dan tukang perahu tanpa melibatkan kami. Ini kan swasta,” ujarnya. (kaltim.tribunnews 06122016)

Iklan

Satu pemikiran pada “Kapal Mogok, Penumpang dari Tawau Keluhkan Tarif Melambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s