Baharuddin Resmi Anggota, Leppa Wakil Ketua DPRD


20170126-baharuddin-acok

Pelantikan Baharuddin Acok sebagai anggota pengganti antara waktu DPRD Kabupaten Nunukan menggantikan Abdul Hafid Achmad, Kamis (26/1/2017) di gedung DPRD Kabupaten Nunukan.

Baharuddin Acok, Kamis (26/1/2017) resmi menjabat sebagai anggota DPRD Nunukan menggantikan Abdul Hafid Achmad dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Disaat bersamaan Hajjah Leppa Hafid juga secara resmi telah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nunukan menggantikan Hafid yang mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua dan keanggotaan DPRD Kabupaten Nunukan.

Paripurna istimewa pelantikan dan pengambilan sumpah janji terhadap keduanya dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Nunukan Haji Danni Iskandar.

Acara itu juga dihadiri Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid yang merupakan putri pasangan Abdul Hafid dan Leppa.

Danni mengatakan, pelantikan dan pengambilan sumpah janji terhadap Wakil Ketua DPRD Nunukan dan anggota DPRD Kabupaten antar waktu dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Utara.

“Selanjutnya sesuai dengan ketentuan Pasal 77 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 42 tahun 2014, anggota penganti antar waktu sebelum memangku jabatan wajib mengucapkan sumpah janji,” ujarnya.

Danni pada kesempatan itu juga mengingatkan kewajiban sebagai anggota DPRD adalah melaksanakan dasar negara Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, menaati peraturan perundang-undangan serta mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Jangan hanya dipandang untuk menempati jabatan yang kosong,” katanya.

Selain itu, wajib mendahulukan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi, kelompok maupun golongan.

Memperjuangkan kesejahteraan rakyat, menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat serta memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada konstituen di daerah pemilihannya.

Dia juga berpesan agar Baharuddin sebagai anggota DPRD yang baru banyak berkontribusi dan peka. Jangan hanya berhasil dari sisi politik namun gagal dalam membangun masyarakat. Tanggung jawab Dewan kian berat menghadapi kritik serta sorotan masyarakat.

“Untuk itu kita harus mampu mempertanggung jawabkan sikap, tutur kata juga perilaku kepada Tuhan juga masyarakat,”katanya.

Abdul Hafid mengundurkan setelah tersandung perkara korupsi pengadaan tanah seluas 62 hektare di Sungai Jepun, Kecamatan Nunukan Selatan.

Abdul Hafid terpilih dari Daerah Pemilihan II Pulau Sebatik.

Pada Pemilihan Umum Legislatif 2014, Partai Hati Nurani Rakyat memperoleh 2.994 suara di Daerah Pemilihan II.

Partai Hati Nurani Rakyat mendudukkan Abdul Hafid sebagai anggota DPRD Kabupaten Nunukan dengan perolehan 809 suara, tertinggi dibandingkan calon anggota legislatif lainnya dari partai itu di Daerah Pemilihan II.

Sedangkan Amiruddin terbanyak kedua dengan perolehan 653 suara. Baharuddin Acok berada pada posisi ketiga dengan perolehan 586 suara.

Sumber: kaltim.tribunnews.com – 26 Januari 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s