Warga Keluhkan Kenaikan Tarif Sewa Tanah Pelindo hingga 3 Kali Lipat


20170129-forum-komunikasi-komunitas-pengguna-jasa-pelindo

Warga Nunukan Kalimantan Utara yang tergabung dalam Forum Komunikasi Komunitas Pengguna Jasa Pelindo ngelurug ke Kantor DRD Nunukan mengeluhkan kenaikan tariff sewa tanah milik PT Pelindo.

Warga Nunukan, Kalimantan Utara, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Komunitas Pengguna Jasa Pelindo mendatangi kantor DRD Nunukan, Jumat (27/1/2017).

Mereka mengeluhkan kenaikan tarif sewa tanah milik PT Pelindo yang mencapai tiga kali lipat.

Ketua Forum Komunikasi Komunitas Pengguna Jasa Pelindo, Muhammad Jafar mengatakan, warga menolak kenaikan sewa tanah karena tahun 2016 PT Pelindo telah menaikkan sewa hingga 50 persen. Warga juga meminta kembali uang sewa pada tahun 2016.

“Janganlah sampai 300 persen. Masyarakat susah mencari penghidupan, bagaimana mau bayar sewa sampai 300 persen. Biasa kita bayar 4 juta naik 12 juta,” ujarnya.

General Manager PT Pelindo 4 Nunukan, Adi Novi Wahyudi mengatakan, kenaikan harga sewa itu adalah hasil evaluasi karena nilai jual objek pajak (NJOP) tanah milik Pelindo telah mencapai 103.000 permeter persegi. NJOP untuk bangunan mencapai Rp 550.000. Sementara PT Pelindo hanya menagih sewa sebesar Rp 35.000 permeter persegi.

Adi mengakui bahwa lahan milik Pelindo merupakan lahan yang dibisniskan.

“Tanah pelabuhan memang tanah untuk dikomersialkan. Kenaikan 30.000 kalau kita bagi setiap hari hanya naik 400 rupiah,” ujarnya.

Adi menambahkan, selama ini, banyak penyewa tanah Pelindo yang menyalahi aturan. Banyak penyewa yang memindahtangankan hak sewa.

Selain itu, ada juga penyewa tanah yang kembali menyewakan tanah dengan harga yang lebih mahal.

“Bahkan ada yang membuat kontrakan dan menyewakan. Ini sudah menyalahi aturan karena tidak lapor dengan kami,” imbuhnya.

Terkait keberatan atas kenaikan sewa tanah milik Pelindo, menurut Adi Novi, itu hanya disampaikan beberapa warga yang selama ini menyewa terlalu banyak. Bahkan, salah satu warga ada yang menyewa hingga 600 meter persegi dari luasan lahan pelindo 9.6 hektar.

“Yang keberatan hanya beberapa orang karena ada yang terlalu banyak dia nyewa, jadinya besar,” ucap Adi.

DPRD Nunukan akhirnya mempersilakan kedua belah pihak untuk melakukan pembicaraan untuk mencari solusi terkait besaran sewa lahan.

Sementara Adi menyatakan akan mempertimbangkan solusi bagi penyewa yang mengeluhkan mahalnya sewa tanah Pelindo di Nunukan. (regional.kompas 27012017)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s