Peduli Lingkungan dengan Cara Sederhana, Gelar Aksi Pungut Sampah


Melawan Sampah di Hari Peduli Sampah Nasional

20170220-peduli-lingkungan-dengan-cara-sederhana-gelar-aksi-pungut-sampah

PEDULI LINGKUNGAN: Aparat kepolisian,TNI dan berbagai komunitas di Nunukan turun tangan melakukan aksi pungut sampah di RT 18, Kelurahan Nunukan Timur sekaligus memperingati HPSN

Sampah masih menjadi persoalan utama di sejumlah kota di Indonesia. Termasuk mengenai kesadaran masyarakat untuk lebih peduli pada persoalan sampah. Masih acuh terhadap lingkungan sekitarnya dan membuang sampah sembarangan. Melalui momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), sejumlah komunitas turun tangan menyadarkan masyarakat untuk lebih peduli. Seperti apa, berikut liputannya.

SABRI

MANAJEMEN sampah yang belum berjalan dengan baik menjadi masalah dalam menghadapi kepedulian terhadap sampah dan berujung minimnya kesadaran pada lingkungan. Seperti di RT 18, Kelurahan Nunukan Timur, papan larangan membuang sampah telah dipasang. Tetap saja, masih banyak masyarakat yang membuang sampah di tempat tersebut.

Melihat tumpukan sampah sangat banyak, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Nunukan, Satgas Pamtas 611/Awang Long (AWL),  Nunukan Cycling Community (NCC), The North Borneo Adventure (TNBA) Nunukan, serta para pelajar SMA Negeri 2 Nunukan. Komunitas, Polri hingga pelajar ini turun membersihkan tumpukan sampah di permukiman warga.

Di Nunukan sendiri tidak heran jika sampah banyak ditemui di selokan, jalanan dan sungai. Slogan ‘Jangan Buang Sampah Sembarangan’ gagal menggugah kesadaran masyarakat. Terbukti, di RT 18, Kelurahan Nunukan Timur, banyaknya tumpukan sampah yang dapat mengakibatkan bahaya ketika terjadi hujan deras, karena saluran air telah tertutup.

“Melalui hari peduli sampah ini komunitas sepeda dengan komunitas lainnya serta aparat kepolisian dan TNI ikut bekerjasama untuk membersihkan sampah di permukiman warga. Ini merupakan aksi nyata yang memiliki dampak sangat luar biasa,” kata anggota NCC, Andi Nuralim kepada Radar Nunukan, Minggu (19/2).

Terkait HPSN, ada tragedi yang memicu HPSN selalu diperingati tiap tahunnya. HPSN diperingati setiap tanggal 21 Februari. Kementerian Lingkungan Hidup mencanangkan 21 Febuari 2006 sebagai Hari Peduli Sampah untuk pertama kalinya.

Peringatan ini muncul atas ide dan desakan dari sejumlah pihak untuk mengenang peristiwa di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 di mana sampah dapat menjadi mesin pembunuh yang merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa.

Pada peristiwa naas tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah. Akibatnya 157 jiwa melayang dan dua kampung (Cilimus dan pojok) hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir Leuwigajah.

Nah, melalui peringatan itu pula, para komunitas yang peduli terhadap lingkungan tak ingin hanya melaksanakan kegiatan seremonial belaka. Tanpa dimaknai lebih dalam, seperti halnya masalah sampah di Nunukan yang sering menjadi persoalan.

Dengan berbagai persoalan sampah yang ada di Nunukan, menjadi kegelisahan beberapa komunitas untuk bergerak dan menginisiasi untuk peduli terhadap lingkungan. Melalui gerakan peduli sampah ini, bisa menjadi motivasi bagi masyarakat Nunukan untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Sangat banyak sekali inisiatif kepedulian terhadap sampah. Bahkan, tiap RT melakukan kerja bakti tiap minggu, namun masih saja ada masyarakat yang tidak memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. Selain gerakan pungut sampah, gerakan untuk menciptakan kesadaran kepada masyarakat ikut dilakukan.

“Selain melakukan aksi pungut sampah, aksi menciptakan kesadaran masyarakat ikut dilakukan. Karena tanpa ada kesadaran dari masyarakat masalah sampah tidak akan pernah selesai,” ujarnya.

Semangat untuk peduli sampah bukan hanya dilakukan untuk menyambut HPSN. Aksi pungut sampah ini akan terus dilakukan di beberapa permukiman warga yang terlihat kotor dan banyak tumpukan sampah. Hanya saja, tepat dengan HPSN dimanfaatkan untuk mulai bergerak karena sesuai dengan momentumnya.

Kolaborasi masal dari berbagai komunitas serta aparat akan terus berlanjut. Ke depan selain pungut sampah, akan dilakukan juga pengawasan di permukiman warga agar masyarakat membuang sampah pada tempatnya.

Kepala KSKP Tunon Taka Nunukan, AKP I Eka Berlin mengatakan, aksi pungut sampah ini akan terus berlanjut. Untuk kali pertamanya dilakukan di RT 18, Kelurahan Nunukan Timur. Ke depan akan pindah ke wilaya lain. “Di mana dilihat banyak tumpukan sampah, maka semua komunitas yang tergabung dalam aksi pungut sampah ini akan bergerak lagi. Jadi, aksi ini akan berlanjut terus,” kata I Eka Berlin kemarin.

Selain itu ia mengajak, seluruh RT, masyarakat, komunitas, media, perusahaan swasta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, ikut dalam aksi nyata kepedulian terhadap sampah. Meski gerakan ini masih terbilang sederhana, namun dapat dikatakan merupakan upaya untuk melawan sampah.

Gerakan ini juga membuka peluang menjadikan Nunukan sebagai daerah tanpa sampah, serta membuka peluang menjadikan masalah sampah lebih ekonomis, ramah lingkungan dan berkelanjutan secara sosial. (kaltara.prokal.co 20022017)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s