Setelah Dikunjungi Presiden Jokowi, PLBL Dapat Kucuran Rp 10 Miliar


20170223-dermaga-pos-lintas-batas-laut-plbl-liem-hie-djung

Dermaga Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung, Kecamatan Nunukan.

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Dermaga Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung pada akhir 2014 lalu akhirnya ditindaklanjuti dengan dikucurkannya anggaran miliaran rupiah untuk pembangunan dermaga baru.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan, Hanafiah, memastikan, pada tahun ini Presiden RI mengucurkan dana sebesar Rp10 miliar untuk pembangunan dermaga baru di PLBL Liem Hie Djung.

‘’Waktu kunjungan tim perbatasan, mereka menginformasikan ada Rp 10 miliar dari Presiden Joko Widodo untuk memperbaiki Dermaga PLBL Liem Hie Djung,’’ ujarnya Kamis (23/2/2017) sekitar pukul 14.30 Wita.

Anggaran yang dikucurkan ini dikelola langsung pemerintah pusat.

“Mereka akan mengatur mekanisme pembangunannya, termasuk memperbaiki ponton yang telah jatuh dan tenggelam,” ujarnya.

Saat ini proses tender pembangunan dimaksud sedang diproses di Jakarta. Diharapkan dalam waktu secepatnya pelaksanaan pembangunan bisa dimulai.

Setelah mendapatkan anggaran pembangunan dermaga baru, dia juga berharap agar pemerintah pusat mengucurkan dana untuk pemeliharaan aset yang ada di sejumlah pelabuhan di Kabupaten Nunukan.

Selama ini, kata dia, tanpa tersedianya anggaran pemeliharaan dari pemerintah pusat, sejumlah pelabuhan justru menjadi beban bagi Pemerintah Kabupaten Nunukan yang saat ini dalam kondisi kesulitan keuangan.

“Contohnya saja banyak fasilitas beberapa pelabuhan seperti Sungai Jepun dan Binalawan rusak. Entah itu katrol jembatan naik turun, genset, serta kerusakan mekanik yang semakin diperparah dengan genangan air laut yang memicu korosi. Memang keluhan kami di situ,” ujarnya.

Meskipun Pemerintah Kabupaten Nunukan menyediakan anggaran pemeliharaan, dana yang tersedia sangat minim.

“Sedangkan untuk memperbaiki mesin begitu harus mendatangkan orang dari luar. Biayanya pasti tidak sedikit,’’ ujarnya.

Untuk meminimalisir biaya pemeliharaan, pihaknya berharap ada kerja sama dengan pihak PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terutama untuk menggerakkan mesin di pelabuhan.

Cara itu lebih menjamin fasilitas yang ada di pelabuhan, selain dapat menekan biaya pengeluaran bahan bakar minyak (BBM) untuk genset.

‘’Kami punya rencana, mudah-mudahan April nanti di perubahan, diusulkan penggeraknya jangan genset. Tetapi menggunakan listrik PT PLN supaya bisa lebih dijamin. Genset itu cadangan saja agar operasinya baik,’’ ujarnya. (kaltim.tribunnews 23022017)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s