Harga Barang Malaysia Masih Lebih Murah dari Barang yang Diangkut dengan Kapal Tol Laut


gula-malaysia

Gula asal Malaysia dipasok melalui Dermaga Lalaesalo, Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara.

Program tol laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo ternyata belum membuat warga di Pulau Sebatik memilih prodak-produk dalam negeri.

Pasalnya, harga barang di Malaysia masih lebih murah dibandingkan dengan barang-barang yang diangkut dengan kapal tol laut.

Muhammad Jabar, salah seorang pengusaha di Pulau Sebatik menyebutkan, harga barang-barang kebutuhan pokok yang berasal dari Malaysia masih jauh lebih murah dibandingkan harga barang yang dibawa kapal laut.

Karena itu, warga setempat masih memilih barang-barang asal Malaysia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

‘’Kalau perbandingan harga saat ini, ya masih murah barang Malaysia. Belum bisa kapal tol laut kalahkan itu,’’ ujarnya, Senin (20/3/2017).

Dia mencontohkan, minyak goreng lokal dijual seharga Rp 158.000 perkotak berisi 12 bungkus. Sedangkan minyak goreng Malaysia dijual dengan harga RM 60 atau Rp 180.000 perkotak berisi 17 bungkus.

Dia malah menilai, tol laut hanya menguntungkan pengusaha besar daripada pedagang eceran. Para pedagang kecil harus menemui distributor.

“Dan pengambilan barang harus dengan skala besar sehingga para pedagang kecil harus bergantung pada pengusaha besar.

Intinya kalau pengusaha akan menjual barang tentu berpikir keuntungan. Yang jelas lebih berpihak kepada pengusaha besar,” katanya.

Diapun berpendapat, lebih baik jika pemerintah memberikan subsidi harga barang kepada masyarakat daripada harus menyubsidi ongkos angkut barang.

Menurutnya, dengan subsidi harga barang kebutuhan, masyarakat kecil akan lebih merasakan dampaknya secara luas.

“Bukan justru seperti tol laut yang terkesan pengusaha sentris,” ujar Ketua Asosiasi Nelayan Sebatik ini.

Dia berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap program kapal tol laut yang melintasi Pulau Sebatik.

“Kalau kami lebih bagus sediakan gudang, pasok barang dari Jawa yang disubsidi taruh di gudang itu. Dampaknya lebih luas ke masyarakat kecil,” ujarnya. (kaltim.tribunnews 20032017)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s