Tertulis Dan Kawan-kawan di SPDP, Tersangka Pungli di Pelabuhan Tunon Taka Lebih dari Satu Orang


suasana-di-pelabuhan-tunon-taka

Ilustrasi. Seorang buruh usai mengangkut barang penumpang ke atas kapal di Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dalam kasus pengutan liar (pungli) over bagasi dan muatan palksa di Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan.

“Sudah diterima Senin kemarin,” ujar Rusli, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Nunukan, Selasa (21/3/2017).

Dalam SPDP disebutkan jika tersangka dalam kasus tersebut Samsul Bahri bin Haji Kanna dan kawan-kawan.
“Artinya lebih dari satu tersangka,” katanya.

Dalam penjelasan sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kabupaten Nunukan, Kompol Rizal Muchtar memastikan pihaknya telah menetapkan Samsul Bahri (65) sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Minggu (12/3/2017) sekitar pukul 07.10 di terminal barang Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan.

Sedangkan Mahrup bin Atmo Yusuf (47), pegawai harian lepas lainnya pada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Nunukan, hingga kini masih berstatus sebagai saksi.

“Proses penyelidikan sudah kami tingkatkan ke tahap penyidikan sejak kita OTT. Haji Bahar kami tetapkan tersangka.

Adapun Mahrup untuk saat ini masih saksi. Kami masih melengkapi konstruksi pasal,” ujarnya.

Rusli mengatakan, dalam kasus itu dijelaskan kemana saja aliran dana hasil pungutan liar dimaksud.

“Maka tidak salah kalau SPDP ditulis dan kawan-kawan. Ada upaya berkelompok kalau melihat laporan SPDP-nya,’’ katanya.

Dalam kasus itu Polisi telah memeriksa sejumlah saksi termasuk bendahara dan manager cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Nunukan.

Rizal mengatakan, uang hasil pungutan liar itu dipastikan mengalir kepada bendahara PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Nunukan.

Dari kasus itu, ada indikasi kuat keterlibatan Manager Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Nunukan, Choiriyanto. Bahkan pengutan liar seperti ini disinyalir sudah berlangsung dalam waktu yang lama.

Sehingga tidak tertutup kemungkinan penyidik juga akan memanggil sejumlah  Manager Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Nunukan, sebelum Choiriyanto.

“Kami dalami semua dalam penyidikan. Tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru atau malah ada pemanggilan untuk kepala Pelni yang lama,’’ ujarnya.

Seperti diberitakan, saat operasi tangkap tangan dari tersangka Samsul Bahri disita:

  • uang tunai Rp 9.400.000,
  • booking muatan palka sebanyak tujuh lembar terpakai dan 151 belum dipakai,
  • tiga lembar tiket bagasi lebih,
  • stiker PT Pelni Nunukan OB lunas sebanyak 109 lembar, dan
  • sepasang seragam PT Pelni.

Sedangkan dari tangan Mahrup disita:

  • uang tunai sebesar Rp 6.400.000,
  • lima lembar boking muatan palka kosong,
  • 28 tiket bagasi lebih yang belum terpakai,
  • 12 lembar audit coupon bukti pembayaran bagasi lebih,
  • 154 lembar stiker OB lunas, sebuah tas selempang berwarna hitam, dan
  • sepasang seragam PT Pelni.

Modus operandi para pelaku dalam melakukan aksinya, yaitu pengurus barang penumpang datang ke Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan untuk melapor kepada Samsul dan Mahrup

“Bahwa ada barang muatan bagasi dan palka. Lalu saudara SB dan M bin Atmo melihat barang muatan bagasi dan palka tersebut,” ujar Kepala Satuan Reskrim Polres Nunukan, AKP Suparno.

Setelah itu keduanya menentukan harga biaya over bagasi yang harus dibayar berkisar antara Rp 300.000 hingga Rp 1.000.000. Sedangkan untuk biaya barang di palka berkisar Rp 1.500.000 hingga Rp  2.000.000.

“Pembayaran tanpa diberikan bukti pembayaran atau kwitansi,” ujarnya.

Sumber: kaltim.tribunnews.com – 21 Maret 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s