GILA..!! Sabu 7 Kg Tujuan Pinrang Dibawa Warga Tarakan


20170327-sabu-7-kg-tujuan-pinrang-dibawa-warga-tarakan1

GAGAL EDAR: Kapolres Nunukan AKBP Pasma Royce, SIK (tengah) bersama Waka Polres Kompol Rizal Muchtar, SIK (kanan) dan didampingi Kasat Reskoba Polres Nunukan AKP Muhammad Hasan, SIK (baju hitam) saat melakukan press release di ruang Rupatama Polres Nunukan, Kamis (23/3).

Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan menggagalkan peredaran narkotika golongan satu jenis Sabu sebanyak 7 kilogram (kg) yang diduga asal Tiongkok. Dari sabu tersebut, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dan telah diamankan.

Terbongkarnya jaringan tersebut terjadi pada Selasa (21/3) lalu ketika personel Satreskoba melakukan pemeriksaan dan mencurigai seorang penumpang kapal KM Lambelu. Dari hasil pemeriksaan, di barang bawaan penumpang yang berinisial R (42) warga Jalan Purna Bakti Kecamatan Tarakan Tengah ditemukan sabu yang dikemas dalam bungkusan Tea China (Refined Chinese Tea) merek Guantinwang asal Tiongkok.

Kapolres Nunukan AKBP Pasma Royce, SIK menjelaskan, sabu tersebut disimpan dalam kotak yang berisikan barang bekas. Diketahui, barang haram tersebut akan dibawa ke Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Di mana, R berangkat menggunakan KM Lambelu dari Tarakan.

“Setelah dibuka, semuanya berisi sabu masing-masing beratnya satu kilogram. Jadi, semuanya total ada tujuh bungkus,” jelas Pasma kepada Radar Nunukan, Rabu (23/3).

Tak berhenti di situ, personel Satreskoba melakukan control delivery, kemudian mengamankan tersangka yakni B (31) dan F. Tersangka F dalam penangkapan itu dihadiai timah panas lantaran mencoba melawan petugas saat hendak diamanakan. Dari pengakuan kedua tersangka, diketahui F berperan sebagai penghubung dengan bandar yang berada di Malaysia berinisial R.

Sedangkan B, berperan sebagai kurir untuk membawa sabu tersebut dari Sei Taiwan, Sebatik menuju Tarakan. F sebagai penghubung dijanjikan upah sebesar Rp 400 juta, sedangkan sebagai B sebagai kurir dari Sebatik ke Tarakan diupah Rp 10 juta dan R yang membawa sabu dari Tarakan menuju Pinrang akan mendapat bayaran Rp 50 juta.

Dari pengungkapan tersebut diketahui, diketahui 7 kg sabu yang digagalkan merupakan pengiriman yang kedua kalinya. Sebelumnya, pengiriman sabu berhasil diloloskan dengan berat 6 kg dengan jalur dan modus yang sama.

“F memerintahkan B untuk menjemput sabu tersebut dari Sei Taiwan menuju Juata Laut. Setelah itu R melanjutkan menggunakan KM Lambelu,” ungkap Pasma.

Lebih lanjut dikatakan, sabu tersebut diduga berasal dari Tiongkok. Sebab, di sejumlah daerah sabu yang diamankan menggunakan modus yang sama. Jika dilihat sepintas merupakan tea, lantaran sabu itu dikemas sangat rapi. “Ada kemungkinan dari Tiongkok, karena kemasannya sama dan sangat rapi,” singkatnya.

Ketiga tersangka pun dikenakan pasal 114 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) Undang-undang (UU) RI nomor 35/2009 tentang nakotika dengan ancaman maksimal 20 tahun dan denda hingga satu miliar. (kaltara.prokal 24032017)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s