Saber Pungli Kembali OTT Petugas Pelabuhan


20170406-ilustrasi-pungli

Ilustrasi

Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kabupaten Nunukan kembali melakukan operasi tangkap tangan terhadap petugas pelabuhan.

Ketua Satgas Saber Pungli Kabupaten Nunukan, Kompol Rizal Muchtar mengatakan, pihaknya melakukan operasi tangkap tangan terhadap seorang oknum pegawai honor di Kantor UPP Syahbandar Otoritas Pelabuhan Sungai Pancang Sebatik, Senin (3/4/2017) sekitar pukul 12.15 di area pelabuhan sekitar kantor tempat pelaku bekerja.

“Dalam operasi tangkap tangan ini kami mengamankan Handi Angkawijaya (30),” ujarnya, Selasa (4/4/2017).

Dari tangan warga Jalan Ahmad Yani RT 06 Desa Sungai Pancang, Kecamatan Sebatik Utara itu diamankan barang bukti uang tunai pungutan liar sebesar Rp 19.987.600.

Saat ditangkap, Handi sedang menerima pembayaran uang tunai sebesar Rp 7.755.000 dari Saharudin (26).

Warga Jalan Haji Bedurahim RT 9, Desa Sungai Pancang itu merupakan karyawan PT Sebatik Utama.

Disaat bersamaan, Handi juga menerima uang tunai sebesar Rp 7.790.000 dari Muamar Khadafi (20).

Warga Jalan Pangeran Antasari RT 11 Desa Bukit Aru Indah, Kecamatan Sebatik Timur itu bekerja sebagai karyawan PT Samudra Nunukan Dinamika.

Tak hanya uang tunai, kedua karyawan tersebut juga menyerahkan satu lembar kertas tagihan pembayaran lain.

“Dimana dalam serah terima uang tidak ada tanda bukti atau kuitansi,” ujarnya.

Selain menangkap Handi, Satgas Saber Pungli Kabupaten Nunukan juga membawa Saharudin dan Muamar ke Kantor Polsek Sungai Nyamuk, untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Saat dilakukan pemeriksaan, dari tas pinggang berwarna hitam milik Handi ditemukan lagi uang tunai Rp 4.400.000. Uang itu diduga setoran dari agen pelayaran lainnya.

Rizal mengatakan, saat ini pihaknya sedang mendalami modus operandi yang dilakukan Handi.

“Kami periksa mulai awal, diurutkan satu persatu, termasuk modusnya bagaimana?” ujarnya.

Sejauh ini, uang yang diamankan tersebut diduga sebagai uang pembayaran izin berlayar.

Diungkapkannya, dari operasi tangkap tangan tersebut juga diamankan 3 lembar kwitansi pelunasan PNBP, 3 lembar penghitungan dan nota tagihan jasa pelabuhan, 2 lembar daftar rincian tagihan kapal dan speedboat, selembar jaket dinas UPP Sungai Nyamuk, sepeda motor merk Honda KT 4726 SE, surat perintah tugas atas nama Handi Angkawijaya, surat perjanjian kerja atas nama Handi Angkawijaya, daftar pelunasan PNBP ke BNI 46, buku kas umum KSOP, SK jabatan pimpinan KSOP Sungai Nyamuk dan tas pinggang warna hitam

Sebelumnya Satgas Saber Pungli Kabupaten Nunukan, Minggu (12/3/2017) sekitar pukul 07.10 di terminal barang Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan mengamankan Samsul Bahri (65) dan Mahrup bin Atmo Yusuf (47), pegawai harian lepas PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Nunukan.

Saat operasi tangkap tangan dari tersangka Samsul Bahri disita uang tunai Rp 9.400.000, booking muatan palka sebanyak tujuh lembar terpakai dan 151 belum dipakai, tiga lembar tiket bagasi lebih, stiker PT

Pelni Nunukan OB lunas sebanyak 109 lembar dan sepasang seragam PT Pelni.

Sedangkan dari tangan Mahrup disita uang tunai sebesar Rp 6.400.000, lima lembar booking muatan palka kosong, 28 tiket bagasi lebih yang belum terpakai, 12 lembar audit coupon bukti pembayaran bagasi lebih, 154 lembar stiker OB lunas, sebuah tas selempang berwarna hitam dan sepasang seragam PT Pelni.

Sumber: kaltim.tribunnews.com – 4 April 2017

Pelaku Pungli Mengaku Diperintah Kepala UPP Syahbandar

Selasa, 4 April 2017 21:26

Dari pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap Handi Angkawijaya (30) diketahui jika pungutan liar yang dilakukan pelaku merupakan perintah dari atasannya.

Oknum pegawai honor di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Syahbandar Otoritas Pelabuhan Sungai Pancang Sebatik itu terjaring operasi tangkap tangan yang dilakukan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kabupaten Nunukan, Senin (3/4/2017) sekitar pukul 12.15 di area pelabuhan sekitar kantor tempat pelaku bekerja.

Dari tangan warga Jalan Ahmad Yani RT 06 Desa Sungai Pancang, Kecamatan Sebatik Utara itu diamankan barang bukti uang tunai pungutan liar sebesar Rp 19.987.600.

Ketua Satgas Saber Pungli Kabupaten Nunukan, Kompol Rizal Muchtar mengatakan, praktik pungutan liar yang dilakukan Handi dipastikan terorganisir.

Sebab ditemui surat keputusan penunjukan dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Syahbandar Otoritas Pelabuhan Sungai Pancang Sebatik, Juniansyah.

‘’Ini perintah langsung dari Kepala UPP Syahbandar Sebatik. Sehingga kami akan dalami kasus ini sampai kepada kepala UPP. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,’’ ujarnya, Selasa (4/4/2017) sore.

Rizal menyebutkan, polisi masih mendalami, siapa saja yang terlibat dan ke mana saja aliran dana tersebut.

Rizal mengatakan, penarikan biaya keberangkatan speedboat diluar kewajaran dan tidak termasuk dalam PNBP seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2015 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kementerian Perhubungan.

‘’Tersangka mewajibkan atau menetapkan pembayaran wajib diluar Penerimaan Negara Bukan Pajak bagi agen-agen speedboat sebelum berangkat. Tarif itu ditetapkan dengan besaran bervariasi dan ditarik setiap 15 hari,’’ ujarnya.

Biaya yang dibebankan kepada agen pelayaran tersebut dipastikan melebihi tarif sebenarnya. Sehingga biaya yang dibayarkan bukan merupakan PNBP.

Tarif yang ditetapkan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Syahbandar Otoritas Pelabuhan Sungai Pancang Sebatik, Juniansyah juga bervariasi.

“Mulai Rp 100.000 sampai Rp 250.000 perhari dan tergantung ukuran atau besar mesin kapal. Tarif ini dibebankan kepada enam agen pelayaran yang ada,” ujarnya.

Saat ditangkap, Handi sedang bertransaksi dengan dua karyawan perusahaan pelayaran di sebuah warung makan.

“Padahal jika uang tersebut adalah pembayaran PNBP maka seharusnya pembayaran langsung dilakukan via Bank karena PNBP adalah hak negara,” ujarnya.

Dalam kasus itu, Polisi telah menetapkan Handi sebagai tersangka. Diapun sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Nunukan.

Sumber: kaltim.tribunnews.com – 4 April 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s