Setelah Baharuddin, Masih Ada Tersangka Baru Pasar Induk


bangunan-pasar-induk

Bangunan pasar induk Kecamatan Nunukan yang hingga kini tidak bisa dimanfaatkan karena mengalami kerusakan di sejumlah bagian.

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur dipastikan tidak akan berhenti melakukan penyidikan setelah menyeret lima pelaku korupsi pembangunan pasar induk, Kecamatan Nunukan.

Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Nunukan, Ari Prasetya mengatakan, bakal ada satu lagi pelaku yang akan menjadi tersangka baru dalam kasus tersebut.

‘’Mungkin saja! Malah tidak hanya satu. Logikanya jaksa menetapkan tersangka kan dari pengakuan para tersangka sebelumnya? Nah tersangka baru juga pasti akan menyebutkan nama lain yang menikmati uang itu,’’ujarnya, Selasa (25/4/2017).

Setelah kontraktor, Jayadi Rusman dan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan, Abdul Azis Muhammadiyah, Kejaksaan Tinggi menetapkan mantan Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Baharuddin Sampe Ruru sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Penetapan ketiga tersangka baru ini berdasarkan pengembangan kasus tersebut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Samarinda dengan terdakwa mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan, Khotaman dan mantan PPTK, I Putu Budiarta. Keduanya hanya melanjutkan proyek yang sudah berjalan.

Sebelumnya dalam kasus itu penyidik juga menetapkan Haji Batto sebagai tersangka.

Belakangan diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Haji Batto, dengan alasan tanda tangannya telah dipalsukan Jayadi saat pekerjaan proyek bernilai Rp 13,7 miliar yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nunukan 2006-2009.

Ari mengatakan saat ini jaksa telah mengantongi satu nama calon nama tersangka.

Namun dia enggan menyebutkan nama calon tersangka dimaksud. Termasuk apakah tersangka baru nanti ini merupakan pegawai negeri sipil atau konsultan kegiatan dimaksud?

‘’Nggak tahu siapa orangnya. Dia akan ditetapkan menjadi tersangka keenam. Tunggu saja nanti juga tahu,’’ katanya mengelak.

Jaksa menilai terjadi korupsi terhadap proyek pembangunan gedung pasar Induk Kabupaten Nunukan ini karena diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dalam perencanaan.

Dari hasil investigasi dan pengumpulan data penyidik menyebut gedung pasar ini tak dapat difungsikan, dicontohkan fakta di lapangan seperti tiang pancang bangunan pasar Induk tidak sesuai dengan spesifikasi, akibatnya bangunan tersebut tidak berdiri kokoh. (kaltim.tribunnews 25042017)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s