Peringatan untuk Bandar Narkoba, Masuk Nunukan BNNK akan Langsung Tembak Mati!


sabu-nunukan

Ilustrasi – TNI kembali berhasil menggagalkan peredaran narkotika golongan satu jenis sabu-sabu yang hendak diselundupkan dari Sabah, Malaysia menuju ke Kabupaten Nunukan.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan, Komisaris Polisi Lamuati menginginkan agar bandar narkoba di Kabupaten Nunukan juga ditembak mati.

“Presiden juga menginstruksikan tindak tegas bandar, pulihkan pecandu,” katanya, Jumat (28/7/2017).

Lamuati menjelaskan, tindakan tegas berupa tembak mati harus dilakukan untuk menghentikan peredaran narkoba.

Apalagi saat ini Indonesia dalam kondisi darurat narkoba.

Dia mengatakan, tindakan tembak mati perlu dilakukan di Kabupaten Nunukan untuk memutus mata rantai jaringan internasional.

Apalagi cara seperti ini juga dilakukan petugas di kota-kota besar yang langsung membunuh pelaku dengan tembakan.

“Ini bukan tidak bisa dilakukan di perbatasan. Kalau nanti ada yang terpenuhi sesuai perintah pimpinan, saya kira penegak hukum di perbatasan tidak akan ragu bertindak tegas,” ujarnya.

Untuk melakukan tembak mati tersebut, tentu perlu sinergitas antar instansi di Kabupaten Nunukan.

Perlu adanya kesatupaduan antara Polri, BNN, TNI, Bea dan Cukai maupun Imigrasi di perbatasan untuk satu suara memberantas narkotika di perbatasan.

“Memang kalau dimatiin langsung bandarnya, pengaruhnya akan sangat besar. Tetapi kita kan tergantung perintah pimpinan?” katanya.

Meskipun punya harapan yaang besar, dia mengakui saat ini BNNK Nunukan masih serba terbatas.

Selain belum memiliki kantor, anggaran pemberantasan narkoba masih nol. Belum lagi sarana dan prasarana yang terbatas.

“IT juga terbatas. Tugas BNN tahap awal baru memikirkan untuk mengatasi bagaimana ada gedung dan pegawai yang dipekerjakan,” ujarnya.

Polres Nunukan sepanjang 2016 berhasil mengungkap 183 kasus narkotika di Kabupaten Nunukan dengan 266 tersangka terdiri dari 261 warga negara Indonesia yaitu laki-laki 183 orang dan perempuan sebanyak 152 orang.

Serta melibatkan lima orang warga negara asing yang semuanya perempuan. Dari kasus tersebut, diamankan barang bukti berupa 25.126,63 gram sabu, 704 botol minuman keras serta 974 butir pil ecstasy. (kaltim.tribunnews.com – 28/07/2017)

 

Kepala BNNK Nunukan Sebut Penegak Hukum di Perbatasan Tidak Ragu Bertindak Tegas

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan, Komisaris Polisi Lamuati menginginkan agar bandar narkoba di Kabupaten Nunukan juga ditembak mati.

“Presiden juga menginstruksikan tindak tegas bandar, pulihkan pecandu,” katanya, Jumat (28/7).

Lamuati menjelaskan, tindakan tegas berupa tembak mati harus dilakukan untuk menghentikan peredaran narkoba. Apalagi saat ini Indonesia dalam kondisi darurat narkoba.

Dia mengatakan, tindakan tembak mati perlu dilakukan di Kabupaten Nunukan untuk memutus mata rantai jaringan internasional. Apalagi cara seperti ini juga dilakukan petugas di kota-kota besar yang langsung membunuh pelaku dengan tembakan.

“Ini bukan tidak bisa dilakukan di perbatasan. Kalau nanti ada yang terpenuhi sesuai perintah pimpinan, saya kira penegak hukum di perbatasan tidak akan ragu bertindak tegas,” ujarnya.

Untuk melakukan tembak mati tersebut, tentu perlu sinergitas antarinstansi di Kabupaten Nunukan. Perlu adanya kesatupaduan antara Polri, BNN, TNI, Bea dan Cukai maupun Imigrasi di perbatasan untuk satu suara memberantas narkotika di perbatasan.

“Memang kalau dimatiin langsung bandarnya, pengaruhnya akan sangat besar. Tetapi kita kan tergantung perintah pimpinan,” katanya.

Meskipun punya harapan yang besar, dia mengakui saat ini BNNK Nunukan masih serba terbatas. Selain belum memiliki kantor, anggaran pemberantasan narkoba masih nol. Belum lagi sarana dan prasarana yang terbatas. “IT juga terbatas. Tugas BNN tahap awal baru memikirkan untuk mengatasi bagaimana ada gedung dan pegawai yang dipekerjakan,” ujarnya.

Polres Nunukan sepanjang 2016 berhasil mengungkap 183 kasus narkotika di Kabupaten Nunukan dengan 266 tersangka terdiri dari 261 warga negara Indonesia yaitu laki-laki 183 orang dan perempuan sebanyak 152 orang. Serta melibatkan lima orang warga negara asing yang semuanya perempuan. Dari kasus tersebut, diamankan barang bukti berupa 25.126,63 gram sabu, 704 botol minuman keras serta 974 butir pil ecstasy.  (kaltim.tribunnews.com – 28/07/2017)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s