Soal BBM, Krayan Mulai Mandiri


Pesawat Pengangkut BBM

DISTRIBUSI BBM: Armada PAS yang mengangkut BBM dari Tarakan tiba di Bandara Yuvai Semaring, Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan untuk didistribusikan ke lima kecamatan di Krayan.

Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikeluhkan masyarakat Krayan berpuluh-puluh tahun lamanya mulai stabil. Ketergantungan BBM dari negeri jiran Malaysia mulai teratasi meski masih ada yang menggunakan BBM Malaysia.

Sejak pengiriman BBM ke Krayan dilakukan Pertamina melalui transportasi udara, yakni melalui Pelita Air Service (PAS), masyarakat Krayan tidak pusing lagi jika ada penutupan perbatasan yang dilakukan Pemerintah Malaysia. Bahkan, BBM yang dibeli masyrakat melalui Agen Penyalur Minyak Solar (APMS) di Krayan memiliki harga yang sama dengan di daerah lain.

Boy, salah seorang warga Desa Long Bawan mengungkapkan, sebelumnya memperoleh BBM dari negeri jiran sangat sulit. Warga Krayan tak jarang harus melewati medan yang terjal dengan jarak cukup jauh, serta harus kucing-kucingan dengan aparat Malaysia.

Namun, hal itu sudah tidak terjadi lagi dengan pendistribusian BBM dari Tarakan ke Krayan. “Kalau dulu itu dipikul lewat hutan. Harus sembunyi-sembunyi, namun sekarang sudah aman tidak seperti dulu,” bebernya kepada Radar Nunukan belum lama ini.

Selain itu, tergantungnya warga dengan BBM negeri jiran membuat harganya kerap melambung tinggi hingga Rp 50 perliter jika ketersediaannya menipis. Dengan adanya APMS, membuat masyarakat Krayan terbantu. Untuk itu, pihaknya berhadap situasi yang terjadi saat ini terus berlanjut.

“Kami pernah rasakan sulitnya mendapatkan BBM. Kalaupun ada harganya, pasti mahal sampai Rp 50 perliter. Itu sangat memberatkan, mudah-mudahan tidak terulang lagi,” harapnya.

Terpisah, salah seorang pria yang tak ingin namanya dikorankan mengatakan, pengiriman BBM menggunakan PAS hampir setiap hari dilakukan. Bahkan, jika permintaan masyarakat banyak, tentunya pengiriman terus dilakukan.

“Kadang setiap hari. Tapi kalau kebutuhan masyarakat banyak, pengiriman bisa dilakukan dua kali dalam sehari. Dan dijual dengan harga yang sama. Tidak ada perbedaan,” ungkap pria yang bekerja di Bandara Yuvai Semaring Long Bawan, Krayan ini.

Diketahui, jatah BBM untuk Krayan setiap bulannya sebanyak 70 kiloliter (kl), BBM jenis solar sebanyak 2,5 kl. Sedangkan, untuk jenis premium berdasarkan permintaan masyarakat.

Senada juga dikatakan Camat Krayan, Helmi Pudaaslikar. Krisis BBM sudah tidak dirasakan lagi masyarakat. Untuk itu, pihaknya berharap pengiriman terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berada di beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sudah aman, semoga terus berlanjut. Jadi masyarakat tidak bergantung lagi dengan BBM dari negeri jiran,” pungkasnya. (akz/eza) – kaltara.prokal.co – 31072017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s